Senin, 8 Juni 2026

Pelayat Padati Rumah Duka Marthen Sonda di Lembang Buntu Batu Toraja Utara

Para pelayat silih berganti masuk ke dalam rumah, sementara sebagian lainnya duduk di kolong rumah dan halaman.

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Pelayat Padati Rumah Duka Marthen Sonda di Lembang Buntu Batu Toraja Utara
Tribun Toraja/Zul Fadli
PENEMUAN MAYAT - Jenazah Marten Sonda dipulangkan dari Rumah Sakit Elim Rantepao menuju ke rumah duka di Dusun Pongsake Matabongi, Lembang Buntu Batu, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Selasa (17/2/2026). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Suasana duka menyelimuti rumah almarhum Marthen Sonda (64) di Dusun Pongsake Matabongi, Lembang Buntu Batu, Kecamatan Tikala, Toraja Utara, Selasa (17/2/2026).

Sejak jenazah tiba dari Rumah Sakit Elim Rantepao, warga terus berdatangan memadati rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Para pelayat silih berganti masuk ke dalam rumah, sementara sebagian lainnya duduk di kolong rumah dan halaman.

Wajah-wajah kerabat tampak muram, masih tak percaya atas kepergian mendadak petani tersebut.

“Ini peristiwa yang sangat mengejutkan bagi kami,” ujar Jetri, menantu almarhum.

Hingga siang hari, arus pelayat masih terus berdatangan.

Kehadiran mereka untuk memberi dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka.

Marthen sebelumnya berpamitan kepada keluarga pada Senin (16/2/2026) pagi untuk pergi ke sawah.

Namun hingga sore hari, ia tidak kembali.

Setelah sempat dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan oleh seorang warga pada Selasa sekitar pukul 07.30 WITA dalam kondisi meninggal dengan posisi terlentang di sela-sela batu.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.

Tak Ada Tanda Kekerasan

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, menjelaskan hasil pemeriksaan luar di RS Elim Rantepao tidak menunjukkan adanya indikasi penganiayaan.

“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Luka di bagian belakang kepala diduga akibat benturan dengan bebatuan saat korban terjatuh,” jelasnya.

Keluarga juga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat hipertensi dan rematik.

Mereka telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga sudah ikhlas menerima dan tidak menginginkan autopsi,” tambah Ruxon.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved