Bulan Ini, Perpustakaan Keliling Toraja Utara Sudah Kunjungi 14 Sekolah Daerah Terpencil
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Toraja Utara, Yonatan Manturino, mengatakan pihaknya memang memprioritaskan sekolah
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/perpustaan-mobil.jpg)
TRIBUN-TIMUR.COM, RANTEPAO - Sepanjang Februari 2026, mobil perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Toraja Utara, Sulawesi Selatan, telah mengunjungi 14 Sekolah Dasar (SD) di wilayah pelosok.
Sekolah yang telah disambangi antara lain SDN 1 dan SDN 2 Kecamatan Awan Rantekarua, SDN 3 dan SDN 4 Kecamatan Baruppu’, serta SDN 2 dan SDN 5 Kecamatan Rinding Allo.
Selain itu, mobil perpustakaan juga hadir di SDN 1 Buntu Minanga dan SDN 3 Parandangan Kecamatan Buntu Pepasang, SDN 3 dan SDN 8 Kecamatan Rantebua, serta SDN 18 dan SDN 19 Kecamatan Sa’dan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Toraja Utara, Yonatan Manturino, mengatakan pihaknya memang memprioritaskan sekolah dasar dalam program tersebut.
“Kita fokus di SD dulu, belum masuk ke SMP,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Yonatan menjelaskan, masih ada sekitar 10 SD di daerah terpencil yang akan dijangkau dalam waktu dekat.
Ia berharap kehadiran mobil perpustakaan dapat memperluas akses bacaan bagi anak-anak di pelosok.
Di tengah keterbatasan akses dan medan yang cukup menantang, layanan literasi ini terus bergerak.
Setiap kunjungan membawa beragam koleksi buku, mulai dari buku pelajaran, sastra, cerita anak, buku kerohanian, hingga pengetahuan umum.
Sebelum ia menjabat, program perpustakaan keliling dalam setahun terakhir telah menjangkau sekitar 60 SD di berbagai wilayah Toraja Utara.
Mobil perpustakaan beserta koleksi awalnya merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
“Setiap tahun kami berupaya menambah koleksi buku secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelasnya.
Yonatan mengakui tantangan terbesar dalam menjangkau sekolah pelosok adalah kondisi jalan dan kendaraan yang belum sepenuhnya mendukung medan berat.
Meski demikian, pihaknya berkomitmen agar roda literasi tetap berputar demi pemerataan akses membaca bagi generasi muda di Toraja Utara.(*)