Jumat, 5 Juni 2026

Libur Nataru, Pemprov Sulsel Siagakan Ekskavator di Toraja

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya potensi hujan lebat di akhir Desember 2025, seiring puncak musim hujan

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Libur Nataru, Pemprov Sulsel Siagakan Ekskavator di Toraja
Tribun Toraja/Dok. BPBD Tana Toraja
LONGSOR BITTUANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja kerahkan satu alat berat, Kamis (17/4/2025) sore, dalam penanganan material longsor yang terjadi di Kecamatan Bittuang, Tana Toraja pada Minggu (6/4/2025) lalu. 

TRIBUNTORAJA.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiagakan alat berat di sejumlah wilayah rawan bencana dan jalur padat kendaraan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Salah satu fokus utama kesiapsiagaan diarahkan ke wilayah pegunungan Tana Toraja dan Toraja Utara yang menjadi tujuan utama mudik dan wisata saat Nataru.

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya potensi hujan lebat di akhir Desember 2025, seiring puncak musim hujan di Sulsel.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi curah hujan tinggi yang berisiko memicu longsor dan gangguan akses jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan pihaknya menyiagakan alat berat berupa ekskavator dan loader di enam Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang tersebar di berbagai wilayah Sulsel.

“Di setiap UPT kami siapkan minimal satu alat berat, baik ekskavator maupun loader. Total ada enam UPT yang siaga menghadapi libur Nataru,” kata Andi Ihsan saat dihubungi Tribun, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, kesiapsiagaan difokuskan pada wilayah utara Sulsel yang rawan longsor dan menjadi jalur utama pergerakan masyarakat selama Nataru.

Selain Kabupaten Luwu dan Kota Palopo yang kerap dilanda longsor, wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara juga masuk kategori rawan karena kondisi geografis pegunungan.

“Toraja ini daerah wisata sekaligus tujuan mudik saat Natal. Pergerakan kendaraan pasti meningkat, sehingga alat berat kami siagakan untuk mengantisipasi gangguan jalan akibat longsor,” ujarnya.

Tana Toraja dan Toraja Utara diketahui menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Sulsel saat libur Nataru, baik untuk mudik umat Kristiani maupun kunjungan wisata akhir tahun.

Lonjakan kendaraan di jalur pegunungan ini dinilai berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas jika terjadi bencana alam.

Sementara itu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulsel memprediksi pergerakan penumpang dan kendaraan selama libur Nataru akan meningkat signifikan.

Keberangkatan penumpang diperkirakan naik 19 persen atau mencapai 74.672 penumpang, sementara kedatangan juga diprediksi meningkat 19 persen menjadi 74.152 penumpang.

Untuk kendaraan, jumlah keberangkatan diperkirakan naik 12 persen menjadi sekitar 3.387 unit, sedangkan kedatangan kendaraan meningkat 11 persen dengan total 3.370 unit.

Puncak pergerakan diprediksi terjadi pada 20–21 Desember serta 24–25 Desember 2025 untuk libur Natal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved