Rabu, 20 Mei 2026

Pakar ITB Ingatkan Bahaya BBM Campur Etanol bagi Mesin Motor 2-Tak

Pakar ITB memperingatkan bahwa bahan bakar campuran etanol bisa merusak mesin motor 2-tak karena mengganggu pelumasan dan menyebabkan korosi.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Pakar ITB Ingatkan Bahaya BBM Campur Etanol bagi Mesin Motor 2-Tak
Antara Photo
BBM ETANOL - Ilustrasi motor Yamaha mesin 2-tak. Pakar ITB memperingatkan bahwa bahan bakar campuran etanol bisa merusak mesin motor 2-tak karena mengganggu pelumasan dan menyebabkan korosi. Pengguna disarankan tetap memakai bensin konvensional. 

TRIBUNTORAJA.COM – Penggunaan bahan bakar campuran etanol (bioetanol) dinilai berisiko terhadap performa mesin motor 2-tak.

Hal ini disebabkan karakteristik kimia etanol yang berbeda dengan bensin konvensional dan bisa mengganggu sistem pelumasan khas motor 2-tak yang sangat bergantung pada pencampuran oli dengan bahan bakar.

Motor 2-tak memiliki sistem pelumasan sederhana, di mana oli samping dicampur langsung dengan bensin di tangki.

 

 

Campuran ini melumasi bagian dalam mesin yang tidak memiliki sistem pelumasan terpisah seperti pada motor 4-tak.

Karena itu, jenis bahan bakar yang digunakan sangat memengaruhi kinerja dan daya tahan mesin.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa etanol memiliki sifat amfifilik, yakni terdiri dari dua sisi berbeda — satu bersifat hidrofilik (menyukai air) dan satu lagi lipofilik (menyukai minyak atau bensin).

 

Baca juga: Jaksa Ungkap Riza Chalid dan Putranya Raup Rp 3 Triliun dari Korupsi Sewa Terminal BBM Pertamina

 

“Jika bensin E10 (etanol 10 persen) yang mengandung oli (untuk pelumasan pada motor 2-tak) tercampur dengan air, maka etanol akan berikatan kuat (larut) dalam air melalui ikatan hidrogen (H) dan bensin non-polar serta oli non-polar juga akan berikatan kuat (larut),” ujar Yuswidjajanto, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/10/2025).

Ia menambahkan, pada kondisi bensin kering atau tidak mengandung air, etanol dapat larut dalam bensin hingga 20–25 persen. Namun, jika terdapat sedikit air, kelarutan etanol dalam bensin menurun drastis.

“Dalam kondisi ada air di dalam bensin kurang dari 0,2 persen, maka etanol yang bisa larut hanya sekitar 5–10 persen. Dalam kondisi ada air dalam bensin lebih dari 0,2 persen, maka etanol yang bisa larut ke dalam bensin hanya sekitar 2 persen,” katanya.

 

Baca juga: Mahfud MD Nilai Gebrakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Meyakinkan bagi Publik

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved