Kasus Kematian Nelson, Mahasiswa Toraja Geruduk Polda Sulsel
Alam Nelson yang ditemukan tewas tergantung di Lamunan, Makale, Tana Toraja, pada 12 Maret 2025 lalu.
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/12092025_demo_di_Polda_Sulsel.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Gerakan Solidaritas Mahasiswa Toraja (Gasmator) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda (Mapolda) Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan Km.16, Kota Makassar, Kamis (11/9/2025).
Dalam aksinya, mereka mendesak Polda Sulsel menuntaskan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Alam Nelson yang ditemukan tewas tergantung di Lamunan, Makale, Tana Toraja, pada 12 Maret 2025 lalu.
Baca juga: Mahasiswa Toraja Gelar Unjuk Rasa Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Nelson
Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan “Copot Kapolres Tana Toraja yang Diduga Tebang Pilih dalam Menangani Kasus Kematian Saudara Nelson.”
Adapun tuntutan yang disuarakan yakni:
- Mendesak Polda Sulsel mengevaluasi kinerja Polres Tana Toraja.
- Mengusut tuntas kasus kematian Nelson.
- Mencopot Kapolres Tana Toraja yang dinilai mandul dalam menangani kasus di wilayahnya.
-
Baca juga: Unjuk Rasa Kasus Kematian Nelson di Makale, Mahasiswa Toraja Nyaris Bentrok dengan Polisi
Aksi sempat memanas saat aparat mencoba membawa lari ban milik massa aksi, serta ketika demonstran berusaha menghentikan truk kontainer untuk dijadikan panggung orasi.
Namun, situasi kembali kondusif setelah kepolisian memberikan ruang bagi massa menggunakan mobil sebagai panggung.
Jenderal lapangan aksi, Teguh Mulia Bakti, mahasiswa Unibos Makassar, menyebut kasus ini mencerminkan gagalnya Polres Tana Toraja dalam menangani perkara pidana.
“Pembunuhan bukan kasus biasa. Jika Polres Tana Toraja tidak peduli dan Polda Sulsel tidak bertindak tegas, maka kasus serupa bisa terus berulang di Tana Toraja,” tegasnya.
Ketua Umum Gasmator, Sardis, juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga menemukan titik terang.
“Kalau penegakan hukum lemah di Tana Toraja, kami siap datang dengan massa yang lebih besar,” ujarnya.
Usai berorasi, massa diterima audiensi.
Baca juga: Wanita Toraja Tewas Tergantung di Makassar, IPPEMSI Minta Diusut Tuntas dan Transparan
Dalam kesempatan itu, salah satu personel perwakilan Polda menegaskan Polda Sulsel akan menindaklanjuti perkembangan kasus Nelson dan meminta data-data kasus yang belum tuntas di Polres Tana Toraja.
Sebelumnya, Gasmator juga menggelar aksi di DPRD dan Polres Tana Toraja pada 28 Agustus 2025 lalu.
Diketahui, Nelson ditemukan tewas tergantung pada 12 Maret 2025.
Hasil autopsi polisi menyatakan ia meninggal akibat asfiksia.
| Usai Diperiksa Polres Toraja Utara, Irma Tendengan Melapor ke Polda Sulsel |
|
|---|
| Temui Pendemo, Ketua DPRD Tana Toraja Jelaskan Tahapan Penyusunan Ranperda RTRW |
|
|---|
| Mahasiswa: Ranperda RTRW Tana Toraja Ancam Kelestarian Lingkungan dan Pariwisata |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Koalisi Mahasiswa Toraja Unjuk Rasa Tolak Ranperda RT/RW 2026–2045 |
|
|---|
| Tuntut Kapolres Tana Toraja Dicopot, Demo Mahasiswa Toraja di Polda Sulsel Berakhir Ricuh |
|
|---|