Tekno
Waspada Ciri-ciri HP Kena Hack alias Diretas, Ini Tandanya
Kenali ciri-ciri HP diretas, mulai dari baterai cepat habis, tagihan kuota membengkak, hingga akun terkunci. Simak cara mengatasi dan...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-hp-diretas-hack-ponsel-android-iphone-virus-792025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Ponsel kini menjadi perangkat vital dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari komunikasi, transaksi perbankan, hingga navigasi.
Namun, risiko peretasan juga semakin meningkat dan dapat menimbulkan dampak serius, seperti kebocoran data pribadi hingga pencurian dana.
Menurut data Statista yang dikutip Forbes Technology, sebanyak 75 persen pengguna ponsel menggunakan perangkatnya untuk berkirim pesan, 60 persen untuk layanan perbankan, dan hampir separuhnya untuk navigasi.
Pew Research juga mencatat 15 persen orang dewasa di Amerika Serikat sepenuhnya bergantung pada ponsel tanpa akses internet rumah.
Kondisi ini membuat peretasan ponsel bisa berakibat fatal.
Serangan siber dapat menimpa semua jenis perangkat, baik Android maupun iPhone.
Modusnya beragam, mulai dari tautan berbahaya, aplikasi palsu, jaringan WiFi publik yang tidak aman, SIM swap, hingga kabel pengisi daya terinfeksi malware.
Begitu pelaku berhasil masuk, data sensitif seperti kata sandi rentan dicuri dan disalahgunakan.
Baca juga: KENA HACK! Akun Youtube Resmi DPR RI Diretas dan Unggah Video Judi Online
Berikut ciri-ciri umum ponsel yang berpotensi diretas:
1. Baterai cepat habis dan perangkat panas
Ponsel yang jarang digunakan tetapi boros daya bisa menjadi tanda adanya aplikasi berbahaya berjalan di latar belakang.
Aktivitas mencurigakan ini juga sering membuat perangkat cepat panas.
2. Tagihan pulsa atau kuota membengkak
Lonjakan konsumsi data dan pulsa tanpa aktivitas wajar patut dicurigai.
Peretas biasanya memanfaatkan internet untuk mengirim data atau mengendalikan ponsel jarak jauh.
Baca juga: Email Petinggi Microsoft Dihack oleh Kelompok Peretas Rusia
3. Aplikasi asing atau aplikasi bermasalah
Munculnya aplikasi yang tidak pernah diinstal pengguna, atau aplikasi biasa yang tiba-tiba lambat, sering tertutup, atau berperilaku aneh, bisa mengindikasikan adanya malware.
4. Notifikasi mencurigakan dan perubahan pengaturan
Penerimaan kode OTP yang tidak diminta, iklan pop-up tiba-tiba, atau perubahan izin kamera dan mikrofon tanpa persetujuan bisa jadi tanda ponsel sudah diretas.
Baca juga: PeduliLindungi Diretas dan Tampilkan Judi Online, Kini Diblokir Komdigi
5. Akun online terkunci
Tidak bisa mengakses akun Google, Apple ID, atau media sosial sering menunjukkan akun sudah diambil alih peretas.
Biasanya, mereka langsung mengganti kata sandi dan memanfaatkan akses tersebut.
6. Deteksi malware oleh antivirus
Pemindaian dengan antivirus terpercaya seperti Bitdefender, Kaspersky, Norton, AVG, atau McAfee bisa mengidentifikasi malware.
Jika terdeteksi, segera hapus, lakukan pemindaian ulang, dan perkuat sistem keamanan.
Untuk mencegah peretasan, pengguna disarankan lebih berhati-hati saat membuka tautan, hanya mengunduh aplikasi resmi, menghindari WiFi publik yang tidak aman, serta rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi.
(*)
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.