Terjadi Lagi, 456 Orang Keracunan Program Makan Bergizi Gratis Menu Bakso
rincian korban adalah 119 orang dirawat inap, 328 orang rawat jalan, dan 9 orang menjalani rawat mandiri di rumah.
TRIBUNTORAJA.COM - Kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.
Kali ini terjadi di Lebong, Provinsi Bengkulu.
Jumlah yang keracunan sebanyak 456 orang siswa dan guru.
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar, membenarkan adanya penambahan jumlah korban.
“Betul, kembali bertambah, sekarang sudah 456 orang totalnya, itu dari guru hingga siswa,” ujar Syaiful, Kamis (28/8/25).
Berdasarkan data, rincian korban adalah 119 orang dirawat inap, 328 orang rawat jalan, dan 9 orang menjalani rawat mandiri di rumah.
Sebagian besar korban mendapatkan penanganan di RSUD Lebong, dengan jumlah 379 siswa dan 3 guru.
Mereka tersebar di berbagai ruang perawatan, yakni:
1. Ruang Aula: 27 pasien anak
2. Ruang PICU: 74 anak
3. Ruang NICU: 1 anak
4. Ruang Radiologi: 7 anak
5. Ruang UGD: 10 anak
6. Rawat jalan: 263 pasien yang sudah dipulangkan
7. Puskesmas Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara: 3 anak dirawat jalan, seluruhnya sudah pulang
8. Puskesmas Semelako, Kecamatan Lebong Tengah: 41 anak, terdiri dari 27 anak rawat jalan yang sudah pulang dan 14 anak hanya mengambil obat.
9. Puskesmas Lemeupit, Kecamatan Lebong Sakti: 3 anak dirawat jalan
10.Puskesmas Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning: 17 anak rawat jalan
11.Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Amen: 1 guru menjalani rawat jalan
Dengan demikian, total korban dugaan keracunan massal akibat MBG di Lebong telah mencapai 456 orang dan masih dalam pemantauan kepolisian serta Dinas Kesehatan setempat.
“Karena ada yang memang sebelumnya tidak dibawa ke RS, tetapi karena muncul gejala kemudian dibawa ke RSUD maupun faskes lainnya, sehingga totalnya bertambah,” tutup Syaiful.
Untuk diketahui, menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari satu buah jeruk, mie tepung, empat pentol bakso, tahu goreng, serta sayur tumis jagung.
Makanan tersebut diketahui dimasak pada malam sebelumnya di dapur MBG Desa Lemeupit, Kecamatan Lebong Sakti, kemudian dibagikan kepada siswa pada siang harinya.
Tak lama setelah menyantap makanan itu, para siswa mulai jatuh sakit secara bersamaan.
Siswa TK hingga SD langsung menunjukkan gejala keracunan, sedangkan siswa SMP dan guru mulai merasakan gejala sejak sore harinya.
Ada pula sejumlah siswa yang tidak mengalami keracunan.
Mereka memilih tidak memakan makanan tersebut karena tercium bau yang aneh.
Hingga saat ini, pihak dapur MBG maupun SPPG belum dapat dimintai keterangan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan ketua dapur MBG sudah diamankan Polres Lebong untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lebong, Fakhrurrozi, menegaskan pelaksanaan MBG tidak pernah melalui koordinasi dengan Disdikbud maupun Pemerintah Kabupaten Lebong.
Bahkan, pihaknya tidak mengetahui jadwal pembagian makanan MBG di sekolah-sekolah, termasuk menu yang akan dibagikan.
"Iya, tidak pernah dikoordinasikan dengan pihak Disdikbud. Kami bahkan tidak tahu ada jadwal pembagian MBG ke sekolah-sekolah, termasuk menunya juga," ujar Fakhrurrozi.(Tribun Network/rin/yud/wly)
MBG Jadi Peluang Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Toraja Lewat Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Program MBG di Rantepao Jangkau Ribuan Penerima Manfaat Dalam Lima Bulan |
![]() |
---|
Siswa Mengeluh ke Istri Gubernur Sulsel Menu Sayur MBG Tak Pernah Ganti |
![]() |
---|
Viral Belatung di Menu MBG SMK Pangudi Luhur Magelang, Ini Kata Pihak Sekolah |
![]() |
---|
MBG Libur Sekolah di Toraja Utara: 3 Rambutan, 3 Pisang Kecil, 3 Salak, dan Kue Pia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.