Sabtu, 23 Mei 2026

Program MBG di Rantepao Jangkau Ribuan Penerima Manfaat Dalam Lima Bulan

MBG untuk siswa didistribusikan langsung ke sekolah, sementara untuk ibu dan balita, disalurkan lewat posyandu terdekat.

Tayang:
zoom-inlihat foto Program MBG di Rantepao Jangkau Ribuan Penerima Manfaat Dalam Lima Bulan
Lilis/Tribun Toraja
MAKAN BERGIZI - Staf SPPG mengeluarkan piring atau stainless dari mobil sehabis dipakai oleh siswa di Dapur Rantepao 2, di jl Poros Rantepao-Makale, Toraja Utara, Jumat 8 Agustus 2025. 

TRIBUNTORAJA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menunjukkan dampak signifikan sejak bergulir pada Februari 2025.

Dalam kurun waktu lima bulan, program ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat melalui dua titik layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

SPPG 1 berlokasi di Kelurahan Pasele, sedangkan SPPG 2 berada di Kelurahan Karassik, tepatnya di samping Pleton Cafe.

Kedua dapur ini, setiap hari Senin hingga Jumat, menyiapkan 3.000 hingga 4.000 porsi makan siang bergizi bagi masyarakat sasaran.

Ketua SPPG Rantepao I, Juwita Cyntikhe Sari, menyampaikan bahwa program ini menyasar siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

MBG untuk siswa didistribusikan langsung ke sekolah, sementara untuk ibu dan balita, disalurkan lewat posyandu terdekat.

“Untuk sekolah yang kami layani di antaranya TK Kristen Rantepao, TK Kristen Buntu Pasele, SDN 2 Rantepao, SDN 3 Rantepao, dan SMPN 2 Rantepao," jelas Juwita, Jumat (8/8/2025).

"Untuk posyandu, antara lain Posyandu Pasele dengan 206 penerima, Posyandu Rantepasele 144 orang, Posyandu Rantepao Lavender 44 orang, dan Posyandu Penanian 30 orang,” tambahnya. 

SPPG Rantepao I melibatkan 47 tenaga kerja yang terdiri dari pimpinan, akuntan, ahli gizi, dapur, dan distribusi.

Seluruhnya telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, ia mengakui ada tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait pasokan bahan baku, khususnya buah-buahan segar.

“Kendalanya memang di buah-buahan, karena Toraja bukan daerah penghasil buah segar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Rantepao II, Medy Bunga, mencatat pihaknya saat ini melayani 3.806 penerima manfaat dengan skema serupa.

Tim SPPG II juga melibatkan 47 tenaga kerja yang telah dilindungi BPJS Ketenagakerjaan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved