BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es yang Terjadi di Tana Toraja Hari Ini
di dalam awan Cumulonimbus, butiran air dapat membeku akibat suhu di puncak awan yang sangat dingin, bahkan bisa mencapai
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-fenomena-hujan-es-132023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Toraja memberikan penjelasan terkait fenomena alam hujan es yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2026).
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Prakirawan BMKG Toraja, R Rayhand Cakraningrat, saat dikonfirmasi wartawan Tribun Toraja.
Rayhand menjelaskan bahwa hujan es merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam skala lokal, dan ditandai dengan jatuhan butiran es dari awan ke permukaan bumi.
“Hujan es dapat terjadi dalam durasi yang singkat, biasanya hanya beberapa menit. Fenomena ini juga sering disertai hujan dengan intensitas lebat dalam waktu singkat, kilat atau petir, serta angin kencang,” jelas Rayhand.
Ia menambahkan, hujan es terjadi akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif, khususnya awan jenis Cumulonimbus (Cb).
“Awan Cumulonimbus memiliki dimensi menjulang tinggi. Keberadaan awan ini menandakan adanya kondisi labilitas udara yang signifikan, sehingga memungkinkan terbentuknya butiran es di dalam awan dengan ukuran cukup besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rayhand memaparkan proses terjadinya hujan es.
Menurutnya, di dalam awan Cumulonimbus, butiran air dapat membeku akibat suhu di puncak awan yang sangat dingin, bahkan bisa mencapai di bawah minus 60 derajat Celsius.
Ketika proses konveksi atau perpindahan panas dan uap air semakin kuat, butiran es yang terbentuk akan terus membesar.
Saat arus udara di dalam awan tidak lagi mampu menahan berat butiran es tersebut, maka es akan jatuh ke permukaan bumi.
“Jika suhu permukaan cukup dingin, butiran es tidak mencair dan jatuh sebagai hujan es,” tambahnya.
BMKG Toraja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim, karena fenomena seperti hujan es dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung singkat.
Hujan Es
Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dikejutkan oleh fenomena alam hujan es yang melanda sejumlah wilayah pada pukul 13.35 WITA, Rabu (28/1/2025).
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan disertai hujan deras serta angin kencang.
| Malam Ini Tana Toraja Berpotensi Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG: Sore Hingga Malam Ini Tana Toraja Hujan |
|
|---|
| Siang Panas Menyengat, Malam Ini Tana Toraja Berpotensi Diguyur Hujan |
|
|---|
| Cuaca Tana Toraja Tak Menentu, Waspada Hujan Siang dan Sore |
|
|---|
| Hujan Petir Landa Rantepao Sore Ini, Diperkirakan Hingga Malam |
|
|---|