Seperti Ini Cara Berpikir yang Harus Dimiliki Polisi Menurut Pakar Forensik
sistem berpikir satu adalah cara berpikir yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/sistem-berpikir-satu-adal3polisir.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pakar Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan ada dua sistem berpikir yang dialami oleh manusia, termasuk polisi.
Sistem berpikir satu, adalah bagaimana seseorang bisa merespons situasi bahaya secara cepat dan tepat tanpa perlu mempertimbangkan banyak hal.
Reza menyebut, sistem berpikir satu adalah cara berpikir yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang polisi.
"Sistem (berpikir) satu, justru tidak perlu pertimbangan banyak-banyak," ungkap Reza.
"Dalam situasi kritis dan genting, dalam situasi yang berakibat meninggal dunia, dalam situasi yang berpotensi cedera parah, banyak pertimbangan justru bisa berbahaya."
"Dalam situasi genting seperti itu, maka polisi sudah seharusnya mengedepankan sistem berpikir satu. Itu teori," urainya.
Meski demikian, Reza tak memungkiri ada situasi di mana polisi menggunakan sistem berpikir dua yang harus berhati-hati dan diperlukan kecermatan.
"Tapi sebaliknya, memang ada situasi yang memungkinkan polisi berpikir menggunakan sistem dua."
"Penuh pertimbangan, kehati-hatian, kecermatan, dan seterusnya," jelas Reza.
Hal ini dikatakan Reza sebagai sorotan terhadap sikap kepolisian yang menolak memberikan pendampingan terhadap bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman (49), yang tewas ditembak di Rest Area 45 KM Tol Tangerang-Merak.
Diketahui, pihak Polsek Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, menolak mendampingi korban dengan alasan standar operasional prosedur (SOP).
Terkait hal itu, Reza menyebutnya sebagai hal absurd. Sebab, menurut dia, penolakan sedemikian rupa justru menghambat kinerja kepolisian.
"SOP yang diterapkan secara absurd seperti itu, justru tidak membantu kinerja kepolisian, malah menghambat," kata Reza dalam wawancara bersama YouTube Diskursus Net, dikutip Tribunnews.com, Sabtu (4/1/2025).
Reza menambahkan, sikap Polsek Cinangka tersebut justru menimbulkan kesan negatif terhadap aparat kepolisian.
Ia menyebut aparat kepolisian bisa saja dianggap tak cakap dalam menakar risiko bahaya yang dialami masyarakat.
| Jenazah Korban Penganiayaan di Papua Dijadwalkan Tiba di Mengkendek Tana Toraja Besok |
|
|---|
| Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Toraja di Subang Jawa Barat Ditangkap |
|
|---|
| Kronologi Oknum TNI Lepaskan Tembakan di Bank BUMN di Gowa, Saksi-Saksi Bungkam |
|
|---|
| Cemburu Buta, Remaja di Jakarta Timur Tega Habisi Nyawa Kekasihnya |
|
|---|
| Canda Pelaku Penembakan Charlie Kirk: Kembaran Saya Membuat Masalah |
|
|---|