Talkshow Sungai Sadan
BPS Gereja Toraja Gelar Talkshow Sungai Sadan Sumber Kehidupan
Di masa akan datang, lanjut Pdt Alfred, pemerintah diminta merancang agar rumah-rumah warga menghadap ke sungai.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Badan-Pekerja3er3w.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menggelar talkshow bertema Sungai Sadan Sumber Kehidupan, Jumat (24/11/2023).
Talkshow dilangsungkan di Angkringan Lempuyangan, Singki, Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan,
Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui, mengatakan talkshow ini sangat penting karena menyangkut kehidupan masyarakat.
"Diskusi seperti ini merangsang kita semua untuk sama-sama berpikir dan melakukan aksi nyata menjaga lingkungan, khususnya menjaga Sungai Sadan," ucap Pdt Alfred.
Ke depan, lanjutnya, Gereja Toraja bersama seluruh lapisan masyarakat akan mengadakan gerakan bersama peduli lingkungan.
"Seluruh tokoh agama, tokoh adat, masyarakat dan mahasiswa akan bergerak memassifkan gerakan bersih sungai. Aksi ini sebagai bentuk menghargai sungai sebagai sumber penghidupan," ujarnya.
Di masa akan datang, lanjut Pdt Alfred, pemerintah diminta merancang agar rumah-rumah warga menghadap ke sungai.
Saat ini, masih cukup banyak rumah yang membelakangi sungai.
Tujuan rumah menghadap sungai, jelasnya, guna membangkitkan ekonomi warga dengan cara membuka warung, penginapan bahkan hotel.
"Di luar negeri, hotel yang paling mahal itu yang menghadap ke sungai. Tadi juga bicara (kan itu) dari berbagai sudut pandang, ada pandangan dari akademisi, praktisi dan lainnya," tutur Pdt Alfred.
Talkshow menghadirkan 3 narasumber yang memaparkan gagasan dan sharing pengalaman.
Yaitu Dr. Ing Ir Paulus Bawole, MIP, seorang dosen arsitektur permukiman dan perancangan kota.
Kemudian Dr Ir Anshar Sp, Jayung, Ahli Madya BBWS Pompengan Jeneberang.
Serta Dr Oktavianus Pasoloran, Rektor UKI Toraja.
Hadir dalam talkshow, Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, sejumlah pemangku adat dan tokoh masyarakat serta organisasi pecinta alam.