Tekno
Riset Omdia: Ponsel Murah Jadi Penopang Pertumbuhan Pasar Smartphone Global Kuartal III-2025
Riset Omdia menunjukkan pengiriman smartphone global naik 3% pada Q3 2025, didorong oleh penjualan ponsel murah di bawah 100 dolar AS.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Handphone-hp-android-iphone-ios-108202.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Pasar smartphone dunia menunjukkan tren positif pada kuartal III tahun 2025. Berdasarkan laporan terbaru firma riset pasar Omdia, pengiriman smartphone global mencapai 320,1 juta unit, naik 3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu.
Omdia mencatat, penjualan ponsel murah di bawah 100 dolar AS (sekitar Rp 1,6 juta) menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan tersebut.
Segmen ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pengiriman di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, di mana permintaan terhadap ponsel terjangkau terus meningkat.
Menurut Omdia, daya tarik ponsel murah kini semakin besar karena banyak produsen menghadirkan fitur lengkap dengan harga yang ramah di kantong.
Di sisi lain, meski smartphone kelas atas di atas 700 dolar AS (sekitar Rp 11,3 juta) juga mengalami peningkatan permintaan, segmen menengah justru mengalami perlambatan.
Baca juga: Realme C85 dan C85 Pro Resmi Meluncur, Usung Baterai Besar 7.000 mAh
Samsung Masih Dominasi Pasar Global
Secara merek, Samsung tetap memimpin pasar smartphone global dengan total pengiriman 60,6 juta unit pada Q3 2025, tumbuh 6 persen YoY dan menguasai 19 persen pangsa pasar dunia.
Omdia menyebut, keberhasilan Samsung didukung kombinasi kuat antara lini produk premium seperti Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7, serta perangkat entry-level Galaxy A07 dan A17 yang sukses besar di pasar negara berkembang.
Di posisi kedua, Apple mencatat pengiriman 56,5 juta unit dengan pangsa pasar 18 persen, berkat penjualan kuat iPhone 17 Series.
Sementara itu, Xiaomi menempati posisi ketiga dengan 43,4 juta unit (14 persen), diikuti oleh Transsion—induk dari merek Infinix, Itel, dan Tecno—dengan 28,6 juta unit (9 persen), dan Vivo di posisi kelima dengan 28,5 juta unit (9 persen).
Baca juga: YouTube Luncurkan Fitur Timer Shorts untuk Batasi Waktu Menonton Video Pendek
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|