Tekno
Google Didenda Rp 56,6 Triliun oleh Uni Eropa atas Kasus Monopoli Iklan Digital
Google kembali dijatuhi denda besar oleh Uni Eropa senilai Rp 56,6 triliun karena kasus monopoli iklan digital. Kasus ini menjadi yang...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/26012023_Google.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Komisi Uni Eropa kembali menjatuhkan sanksi kepada Google. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu diganjar denda 2,95 miliar euro atau sekitar Rp 56,6 triliun karena dinilai menyalahgunakan dominasi di industri periklanan digital (adtech).
Denda ini tercatat sebagai yang terbesar kedua dalam sejarah antimonopoli Uni Eropa.
Dalam pernyataan resmi, regulator menilai Google memprioritaskan layanan iklan miliknya sendiri, seperti AdX, sehingga menyulitkan kompetitor untuk bersaing.
Investigasi yang berlangsung sejak 2021 mengungkap Google menguasai hampir seluruh rantai bisnis iklan digital, mulai dari server iklan untuk penerbit hingga platform lelang iklan (ad exchange).
Akibat praktik ini, pengiklan harus menanggung biaya pemasaran lebih tinggi, sementara penerbit kehilangan potensi pendapatan.
Dampaknya juga dirasakan konsumen karena harga barang dan jasa ikut meningkat.
Baca juga: Begini Cara Blokir SMS Pinjol Ilegal di HP Android dan iPhone
“Google menyalahgunakan kekuatannya dengan mengutamakan layanan iklan miliknya sendiri, merugikan pesaing, pengiklan, penerbit, hingga konsumen,” ujar Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa, Teresa Ribera.
Selain denda, Google diwajibkan menghentikan praktik tersebut dalam waktu 60 hari dan menyerahkan rencana perbaikan.
Ribera bahkan menyebut pemisahan unit bisnis adtech Google bisa menjadi solusi efektif.
Baca juga: Sony Pangkas Kapasitas SSD demi Tahan Harga PS5 Tetap Stabil
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|