Sabtu, 2 Mei 2026

Harry Tjong, Kiper Legendaris PSM Makassar, Main Sama Ramang, Terbang di Atas Kepala Toni Pogacnik

Meski sempat dilarang orang tuanya bermain sepak bola, karena kakaknya pernah patah tangan saat bermain, tekadnya tak pernah surut.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Harry Tjong, Kiper Legendaris PSM Makassar, Main Sama Ramang, Terbang di Atas Kepala Toni Pogacnik
ist
LEGENDA PSM - Harry Tjong menjadi narasumber dalam podcast #110TahunPSM bertema “Jasa Besar Etnis Tionghoa untuk PSM Makassar”, Rabu (22/10/2025) 

TRIBUNTORAJA.COM - Nama Harry Tjong tercatat sebagai salah satu penjaga gawang tangguh yang pernah dimiliki PSM Makassar.

Pemilik nama Tionghoa Oei Sik Tjong ini dikenal sebagai sosok yang berani, disiplin, dan penuh semangat dalam membela klub kebanggaan masyarakat Makassar itu.

Harry Tjong tumbuh di sekitar Stadion Mattoanging, hanya sekitar 300 meter dari rumahnya di Jalan Macan, Makassar.

Sejak kecil, ia sudah terpesona menyaksikan para pemain PSM dielu-elukan penonton.

“Saya lihat pemain PSM Makassar dielu-elukan oleh penonton. Dalam hati saya berkata, kapan saya bisa seperti mereka,” kenangnya, saat menjadi narasumber dalam podcast #110TahunPSM bertema “Jasa Besar Etnis Tionghoa untuk PSM Makassar”, Rabu (22/10/2025).

Meski sempat dilarang orang tuanya bermain sepak bola, karena kakaknya pernah patah tangan saat bermain, tekadnya tak pernah surut.

Ia bahkan menyembunyikan pakaian dan sepatu bola di Asrama Mahasiswa Pinrang yang ada di belakang rumahnya agar tak ketahuan.

“Orang tua saya tidak tahu kalau saya main bola. Semua perlengkapan saya simpan di asrama,” ujarnya sambil tertawa mengenang masa itu.

Pada usia 20 tahun, Harry Tjong mulai menembus skuad utama PSM Makassar.

Ia menjadi bagian dari generasi emas bersama legenda besar Ramang (1924–1987).

Bersama Ramang dan rekan-rekannya, Harry membawa PSM meraih dua gelar juara Perserikatan pada tahun 1957 dan 1959.

“Dulu bukan soal gaji. Yang penting bisa bikin PSM bangga,” ucap Harry.

“Gaji saya cuma Rp1.000, tapi rasanya lebih dari cukup.”

Prestasi di PSM membuat nama Harry Tjong menarik perhatian pelatih Timnas Indonesia asal Yugoslavia, Toni Pogacnik.

Namun, menariknya, pemanggilan itu terjadi bukan karena ia masuk daftar resmi seleksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved