Selasa, 19 Mei 2026

Media Belanda Soroti Pemecatan Patrick Kluivert, Sebut PSSI Tertekan Publik dan Media

Media Belanda menyoroti pemecatan Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia. PSSI disebut mengambil keputusan karena tekanan besar publik dan media...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Media Belanda Soroti Pemecatan Patrick Kluivert, Sebut PSSI Tertekan Publik dan Media
PSSI
DIPECAT - Eks pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert saat memimpin latihan perdana Timnas Indonesia di Stadion Netstrata Jubilee, Sydney pada Selasa, (18/3/2025) silam. Terkini, Media Belanda menyoroti pemecatan Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia. PSSI disebut mengambil keputusan karena tekanan besar publik dan media usai gagal ke Piala Dunia 2026. 

Ringkasan Berita:Media Belanda seperti De Telegraaf dan NRC menyoroti pemecatan Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia. Mereka menilai keputusan PSSI dipengaruhi tekanan publik dan media setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kluivert sebelumnya mencatat tiga kemenangan, empat kekalahan, dan satu hasil imbang sejak menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025.

 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memecat pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, Kamis (16/10/2025), mendapat sorotan luas dari media-media Belanda.

Sejumlah media mempertanyakan alasan di balik pemecatan mantan pemain FC Barcelona tersebut, yang baru setahun menangani skuad Garuda.

Kluivert didepak usai gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 49 tahun itu sebelumnya dikontrak dua tahun dan diharapkan mampu mengantarkan Indonesia mencatat sejarah baru di kancah sepak bola dunia.

 

 

Disebut Tertekan oleh Publik dan Media

Media nasional Belanda De Telegraaf menilai pemecatan Kluivert terjadi bukan semata karena hasil pertandingan, melainkan akibat tekanan besar dari media dan publik sepak bola Tanah Air.

“Meskipun Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) awalnya berniat memperpanjang kerja sama kendati kegagalan (lolos) Piala Dunia, kedua pihak memutuskan bahwa, setelah beberapa kali diskusi, akibat tekanan luar biasa dari media dan suporter, akan lebih baik bahwa kerja sama diakhiri,” tulis De Telegraaf, Kamis (16/10).

Media tersebut juga menyoroti ekspektasi tinggi dari para pendukung Timnas Indonesia yang berharap Kluivert bisa membawa tim menembus Piala Dunia, meskipun lawan yang dihadapi seperti Arab Saudi dan Irak memiliki kualitas di atas kertas yang jauh lebih kuat.

 

Baca juga: PSSI Pecat Kluivert, Anggota DPR RI Setuju Shin Tae-yong Kembali Latih Timnas Indonesia

 

Evaluasi dari Media NRC

Sementara itu, media NRC menyoroti perjalanan dan catatan hasil Kluivert selama menangani Timnas Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved