Selasa, 28 April 2026

Patrick Kluivert Ingatkan Pemain Timnas Indonesia untuk Tidak Mudah Terprovokasi

Patrick Kluivert meminta pemain Timnas Indonesia tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi permainan keras lawan usai imbang 0-0 melawan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Patrick Kluivert Ingatkan Pemain Timnas Indonesia untuk Tidak Mudah Terprovokasi
Muhammad Nursina/Tribunnews
FIFA MATCHDAY - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert saat jumpa pers, Kamis (4/9/2025), jelang menghadapi China Taipei di Stadion GBT Surabaya, Jumat (5/9/2025) malam. Terkini, Patrick Kluivert meminta pemain Timnas Indonesia tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi permainan keras lawan usai imbang 0-0 melawan Lebanon di Surabaya. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert mengingatkan para pemainnya agar tidak mudah terprovokasi permainan keras lawan.

Pesan itu disampaikan usai laga uji coba melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025) malam WIB.

Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 tersebut diwarnai sejumlah insiden kontak fisik yang memicu emosi skuad Garuda.

 

 

Lebanon mengandalkan permainan keras dipadu taktik mengulur waktu untuk meredam serangan Indonesia.

“Sayangnya ada kejadian di lapangan, dan hal seperti itu bisa terjadi. Tapi tentu saja, kita harus pastikan ke depan hal seperti itu tidak terulang. Kita harus tetap berpikir jernih,” ujar Kluivert seusai laga.

Ia menambahkan, lawan-lawan Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan jauh lebih kuat dan berpotensi menimbulkan situasi panas.

“Kita harus hati-hati karena pertandingan-pertandingan ke depan akan lebih panas lagi. Kita harus tetap tenang,” tegasnya.

 

Baca juga: Main di Kandang Sendiri, Timnas Indonesia Gagal ke Piala Asia U23 2026

 

Adaptasi Skema Baru

Dalam jeda internasional September 2025, Timnas Indonesia mencatat hasil positif dengan kemenangan 6-0 atas China Taipei dan hasil imbang melawan Lebanon.

Pada dua laga itu, Kluivert menerapkan sistem empat bek dengan kombinasi susunan pemain yang berbeda.

“Saya pikir mereka bisa beradaptasi dengan sangat cepat terhadap gaya bermain yang baru. Mereka benar-benar memahami apa yang saya minta dari mereka,” ucap Kluivert.

Menurutnya, meski tim menciptakan peluang, ketatnya pertahanan Lebanon membuat Indonesia gagal mencetak gol.

“Sulit menciptakan peluang mencetak gol dalam kondisi seperti itu. Tapi kami tetap bermain ofensif dan berusaha mencetak gol, sayangnya belum berhasil. Tentu saja ini akan jadi bahan evaluasi,” tutupnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved