Kesehatan
Kenali 7 Ciri-ciri Telat Haid karena Stres dan Caera Mengatasinya
Terkadang seorang wanita mengalami telat haid. Penyebab telat haid bisa bermacam-macam. Salah satunya karena stres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Nyeri-Haid.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Terkadang seorang wanita mengalami telat haid. Penyebab telat haid bisa bermacam-macam. Salah satunya karena stres.
Nah, bagi Anda yang merasakan telat haid, perlu mengetahui ciri-cirinya agar mengetahui langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.
Dengan begitu, stres dapat dikelola dengan baik dan haid kembali lancar.
Stres bisa menyebabkan telat haid ketika kerja hipotalamus terganggu. Hipotalamus adalah bagian otak yang bertanggung jawab terhadap siklus haid. Selain itu, stres juga bisa membuat tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebih. Efeknya, haid menjadi tertunda atau bahkan tidak haid sama sekali selama beberapa periode.
Ciri-ciri Telat Haid karena Stres
Ciri-ciri telat haid karena stres umumnya tidak berbeda jauh dengan telat haid yang disebabkan oleh kondisi lain. Berikut ini adalah beberapa cirinya:
1. Siklus haid lebih dari 35 hari
Siklus haid yang normal berkisar antara 21–35 hari, yang hitungannya dimulai dari hari pertama saat terakhir haid. Berbeda jika Anda mengalami stres berlebih, siklus haid bisa menjadi lebih panjang atau lebih dari 35 hari. Penyebab memanjangnya siklus haid ini dikaitkan dengan naiknya kadar hormon kortisol dalam tubuh.
Ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hal ini bisa membuat kadar hormon yang memengaruhi siklus haid, seperti estrogen dan progesteron, menjadi tidak seimbang sehingga siklus haid tertunda atau tidak teratur.
2. Kram perut
Ciri-ciri telat haid karena stres dapat berupa kram perut. Pasalnya, siklus haid yang memanjang bisa membuat peluruhan lapisan dinding rahim menjadi lebih lama, sehingga memicu terjadinya kram perut. Selain itu, stres juga dapat meningkatkan produksi prostaglandin dalam tubuh.
Prostaglandin juga turut bertanggung jawab terhadap kram perut karena senyawa ini bisa menyebabkan otot dan pembuluh darah di rahim berkontraksi. Dampaknya, muncul nyeri haid yang tidak tertahankan menjelang masa haid.
3. Perdarahan yang banyak
Telat haid karena stres bisa menyebabkan perdarahan yang banyak ketika haid tiba. Hal ini dapat terjadi akibat dari ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.
4. Gangguan siklus ovulasi