Kisah Aliah Sakira, Siswi Asal Sulsel Pembawa Baki Penurunan Bendera di Istana Negara  

Momen itu menjadi kebanggaan tersendiri karena Aliah adalah orang pertama dari Sulsel yang membawa

Editor: Imam Wahyudi
Ist
PEMBAWA BAKI - Momen Aliah Sakira, Siswi SMAN 14 Makassar, Sulsel, membawa baki saat upacara penurunan Bendera Merah Putih HUT Ke-80 RI di di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025) sore. Aliah menjadi Paskibraka pertama asal Sulsel yang ditunjuk membawa baki di upacara HUT Kemerdekaan di Istana. 

TRIBUNTORAJA.COM - Aliah Sakira mengharumkan nama Sulawesi Selatan setelah dipercaya sebagai pembawa baki pada upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025 lalu.

Gadis kelahiran Makassar, 1 Oktober 2008 ini, merupakan siswi SMAN 14 Makassar. 

Aliah merupakan putri dari pasangan Djabbar B dan Azmach Febriany.

Kepulangannya langsung disambut hangat oleh keluarga dan teman-temannya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (22/8/2025) siang.

Momen itu menjadi kebanggaan tersendiri karena Aliah adalah orang pertama dari Sulsel yang membawa baki dalam 30 tahun terakhir.

Aliah mengaku pengalaman selama 40 hari di Cibubur, Jakarta Timur, adalah hal yang tak akan dilupakan.

Ia menceritakan, selama latihan dirinya ditempa secara mental dan fisik.

Selain itu harus hidup tanpa gawai dan komunikasi dengan keluarga.

“Menurut saya itu berat, tapi karena ada teman-teman dari 38 provinsi yang saling mendukung, akhirnya bisa terlewati,” kata Aliah.

Momen paling menegangkan, lanjutnya, terjadi sehari sebelum penugasan. 

Ia baru ditunjuk sebagai pembawa baki pada H-1 upacara penurunan.

“Saya agak kaget, tapi kemudian mempersiapkan diri. Dimanapun ditempatkan, yang penting siap. Saat itu saya merasa membawa nama sekolah, kota, provinsi, dan keluarga. Itu tanggung jawab besar bagi saya,” jelasnya.

Aliah menuturkan, ia berhasil melewati proses seleksi ketat dari tingkat kota hingga nasional. 

Dari total 132 ribu pendaftar se-Indonesia, ia terpilih sebagai salah satu pasukan inti di Istana.

“Saya sudah menargetkan sejak seleksi di kota, Insyaallah harus bisa sampai di Istana. Jadi saya berlatih mental dan fisik lebih keras. Alhamdulillah bisa lolos,” ujarnya dengan bangga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved