Senin, 4 Mei 2026

Tekno

Indonesia Jadi Negara dengan Panggilan Spam Tertinggi se-Asia Pasifik, Capai 89 Persen

Hiya melaporkan Indonesia sebagai negara dengan persentase panggilan spam tertinggi di Asia Pasifik, mencapai 89 persen pada kuartal I-2025.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Indonesia Jadi Negara dengan Panggilan Spam Tertinggi se-Asia Pasifik, Capai 89 Persen
Tribun Toraja
PANGGILAN SPAM - Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Hiya melaporkan Indonesia sebagai negara dengan persentase panggilan spam tertinggi di Asia Pasifik, mencapai 89 persen pada kuartal I-2025. Panggilan terbanyak berasal dari debt collector dan telemarketing. 

TRIBUNTORAJA.COM – Indonesia mencatatkan angka tertinggi untuk panggilan spam di kawasan Asia Pasifik, menurut laporan terbaru dari perusahaan perlindungan panggilan asal Amerika Serikat, Hiya.

Dalam laporan bertajuk Hiya Global Call Threat Report Q1 2025, disebutkan bahwa 89 persen dari total panggilan dari nomor tak dikenal (non-kontak) di Indonesia tergolong sebagai spam.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Asia Pasifik, mengungguli negara-negara lain seperti Hong Kong (70 persen), Filipina (55 persen), Singapura (34 persen), dan Malaysia (31 persen).

 

 

Laporan ini mencakup aktivitas panggilan spam global selama periode Januari hingga Maret 2025.

Data dikumpulkan melalui jaringan Hiya Voice Security Network, yang mencakup pengguna fitur Samsung Smart Call dan aplikasi Hiya.

Spam didefinisikan sebagai panggilan yang tidak diinginkan, termasuk yang bersifat penipuan maupun gangguan seperti dari telemarketing, survei, hingga debt collector.

 

Baca juga: Apple Harus Bayar Rp18 Triliun Akibat Tarif Trump, Tim Cook: Beban!

 

Tingkat spam dihitung berdasarkan jumlah panggilan dari nomor tidak dikenal yang ditandai sebagai “potensial penipuan” atau “diduga spam”, termasuk dari laporan pengguna.

Hiya mencatat, secara global terdapat 12,5 miliar panggilan spam sepanjang kuartal I-2025.

Angka ini meningkat dari 11,3 miliar pada kuartal sebelumnya, dengan rata-rata 137 juta panggilan spam per hari di seluruh dunia.

Dari total tersebut, 24 persen merupakan telepon gangguan (debt collector, promosi, politik, survei), 9 persen telepon penipuan (pajak palsu, teknisi palsu, dan lainnya), dan sisanya 67 persen masuk dalam kategori spam umum lainnya.

 

Baca juga: Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Z Fold 7

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved