Kamis, 9 April 2026

Tribun Travel

Kalimbuang Bori dan Jejak Aluk Todolo Toraja

Dalam kepercayaan Aluk Todolo (ajaran leluhur Toraja), bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi tidak dikubur dalam tanah.

Tayang: | Diperbarui:
Kalimbuang Bori dan Jejak Aluk Todolo Toraja - Kalimbuang-Bori1.jpg
Lilis/Tribun Toraja
Deretan Menhir di Kalimbuang Bori
Kalimbuang Bori dan Jejak Aluk Todolo Toraja - Baby-Grave-1.jpg
Lilis/Tribun Toraja
Baby Grave atau makam bayi di Kalimbuang Bori

TRIBUNTORAJA.COM - Di balik hamparan sawah hijau dan udara sejuk Gunung Sesean, tersembunyi situs budaya Kalimbuang Bori’.

Tempat ini bukan sekadar objek wisata.

Tapi saksi bisu dari jejak panjang peradaban Toraja.

Tempat di mana batu, tanah, dan pohon menyimpan cerita tentang kehidupan, kematian, dan keyakinan leluhur.

Kalimbuang Bori berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel. 

Hanya membutuhkan sekitar 15–20 menit berkendara untuk sampai di Kalimbuang Bori’.

Akses jalan yang mulus membuat objek wisata ini mudah dijangkau.

Tiket masuk objek wisata yang berada di Lembang (Desa) Bori’, Kecamatan Sesean ini, sangat terjangkau.

Hanya Rp20 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp50 ribu bagi wisatawan mancanegara.

Saat memasuki area utama Kalimbuang Bori, pengunjung langsung disambut barisan menhir, batu-batu berdiri yang tersusun dalam lingkaran besar yang disebut “Rante Kalimbuang” yang merupakan tempat pelaksanaan upacara Rambu Solo' atau ritual kematian khas Toraja.

Jumlah menhir yang berdiri di tempat ini tidak sembarangan.

Masing-masing batu mewakili kedudukan sosial keluarga yang mendirikannya, dan hanya mereka yang menyanggupi memotong minimal 24 ekor kerbau yang berhak mendirikan menhir di tengah lingkaran.

Di antara batu-batu tersebut terdapat bala’ kayan, yaitu tempat berbagi daging kerbau kepada tamu dan keluarga saat upacara.

Meski tampak seperti batu biasa, bagi masyarakat Toraja, setiap menhir adalah lambang penghormatan dan warisan sejarah.

Naik sedikit ke atas bukit, sekitar 50 meter dari kompleks menhir, terdapat pohon besar yang wajib dikunjungi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved