Kamis, 11 Juni 2026

8 Fakta di Balik Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan

biasanya terdapat tanda-tanda seperti air mani atau feses yang keluar karena respons sistem tubuh terhadap tekanan ekstrem.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto 8 Fakta di Balik Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan
tribunnews
Arya Daru Pangayunan semasa hidup 

TRIBUNTORAJA.COM - Kematian Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan (39), memunculkan berbagai spekulasi.

Salah satunya datang dari mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi, yang menduga kuat Arya bukan meninggal karena bunuh diri, melainkan menjadi korban pembunuhan.

“Kalau dilihat dari latar belakangnya, ini anak buah saya waktu di Myanmar. Orangnya nggak neko-neko, tidak macam-macam,” ujar Ito Sumardi dalam podcast Deddy Corbuzier, Senin (28/7/2025).

Kecurigaan Ito muncul setelah melihat kejanggalan dalam kronologi kematian Arya.

Ia menyoroti adanya 23 detik blind spot pada rekaman CCTV, di mana tiba-tiba Arya terlihat loncat tanpa penjelasan yang utuh dari pergerakan sebelumnya.

“Kalau CCTV ada blind spot, lalu tiba-tiba 23 detik kemudian ada kejadian jatuh, ya ini mencurigakan. Ini bukan situasi yang biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut Ito menjelaskan secara teknis bahwa kematian akibat bunuh diri dan pembunuhan dapat dibedakan melalui otopsi forensik.

Jika bunuh diri, kata dia, biasanya terdapat tanda-tanda seperti air mani atau feses yang keluar karena respons sistem tubuh terhadap tekanan ekstrem.

Namun jika pembunuhan, paru-paru bisa menunjukkan tanda-tanda mirip orang tenggelam, karena kemungkinan tekanan atau paksaan di bagian pernapasan.

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menyatakan bahwa hasil otopsi sudah mengerucut dan penyebab kematian Arya akan segera diumumkan oleh Polda Metro Jaya.

“Dengan adanya hasil otopsi, penyebab kematian korban semakin jelas. Tinggal diumumkan saja,” katanya usai bertemu penyidik, Senin (28/7/2025).

Berikut 8 fakta di balik kasus kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan

1. Kepala Dilakban, Tapi Tanpa Tanda Kekerasan

Kepala Arya ditemukan dililit lakban kuning, tapi tidak ada luka, memar, atau tanda kekerasan di tubuhnya.

Hal ini menimbulkan spekulasi karena sulit membungkus kepala sendiri dengan lakban rapat dalam posisi duduk atau rebah tanpa bantuan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved