Kamis, 21 Mei 2026

Harga Tomat Melonjak, Beras Naik Rp4 Ribu Per Liter di Pasar Bolu Toraja Utara

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada komoditas sayur dan bumbu dapur khas Toraja seperti tomat, beras kampung

Tayang:
zoom-inlihat foto Harga Tomat Melonjak, Beras Naik Rp4 Ribu Per Liter di Pasar Bolu Toraja Utara
Lilis/Tribun Toraja
HARGA NAIK - Suasana Pasar Bolu, Jalan Nusantara, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Kamis (3/7/25). Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Bolu mengalami kenaikan. 

TRIBUNTORAJA.COM - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Bolu, Jalan Nusantara, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, mengalami lonjakan cukup signifikan saat dipantau Kamis (3/7/25).

Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga momen libur panjang dan meningkatnya kebutuhan untuk acara adat.

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada komoditas sayur dan bumbu dapur khas Toraja seperti tomat, beras kampung, hingga keluak bubuk.

Asri (22), salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Bolu, mengatakan harga tomat naik cukup drastis.

"Sebelumnya masih Rp5 ribu per kilo, sekarang sudah sampai Rp35 ribu. Naik sekali," ujarnya.

“Saya juga takut ambil banyak, karena tomat cepat busuk. Kalau tidak laku, rugi,” tambahnya.

Selain tomat, keluak bubuk juga mengalami kenaikan harga.

Biasanya dijual seharga Rp65 ribu per liter, kini menjadi Rp90 ribu per liter.

Untuk keluak kemayang, harga yang sebelumnya berkisar Rp60–70 ribu per kilogram melonjak menjadi Rp150 ribu.

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan, baik sebagai oleh-oleh khas Toraja maupun sebagai bahan utama masakan dalam upacara adat Rambu Solo’.

Kenaikan harga juga terjadi pada beras kampung, yang sebelumnya dijual antara Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter, kini naik menjadi Rp17 ribu.

Gita (75), pedagang beras di pasar tersebut, mengatakan keuntungan yang didapatnya kini semakin tipis.

"Untung kami cuma dua ribu. Kami ambil di petani sudah Rp15 ribu per liter. Jadi kalau dijual Rp17 ribu, ya segitu saja," jelas Gita.

Gita juga menjual berbagai jenis beras lainnya seperti beras pulut Rp28 ribu per liter, beras merah Rp17 ribu per liter, dan beras hitam Rp24 ribu per liter.

Menurut para pedagang, lonjakan harga ini kemungkinan akan terus berlanjut.

Cuaca yang tidak bersahabat, harga pupuk yang terus naik, serta naiknya harga BBM yang memengaruhi biaya produksi petani disebut sebagai penyebab utama.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved