Rabu, 29 April 2026

Tahun Keempat Arsiteki PSM Makassar, Bernardo Tavares Dituntut Berinovasi

sebagai pelatih asing yang cukup lama menangani tim di Indonesia, gaya permainan Bernardo Tavares mulai dikenal oleh tim-tim lawan.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Tahun Keempat Arsiteki PSM Makassar, Bernardo Tavares Dituntut Berinovasi
Media Official PSM
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares 

TRIBUNTORAJA.COM - Bernardo Tavares memasuki musim keempatnya sebagai pelatih kepala PSM Makassar.

Pelatih asal Portugal tersebut dikenal dengan pendekatan permainan bertahan atau compact defence, memaksimalkan penguasaan di sepertiga akhir pertahanan sendiri, dan mengandalkan serangan balik untuk membongkar pertahanan lawan.

Selama menukangi tim Juku Eja, Bernardo kerap menggunakan berbagai formasi seperti 3-5-2, 4-3-3, 4-1-4-1, hingga 4-4-2.

Pergantian skema ini disesuaikan dengan komposisi pemain yang dimiliki.

Namun, sebagai pelatih asing yang cukup lama menangani tim di Indonesia, gaya permainan Bernardo Tavares mulai dikenal oleh tim-tim lawan.

Untuk itu, ia dituntut terus berinovasi agar strategi yang diterapkan tidak mudah dibaca, demi menjaga posisi PSM Makassar di papan atas klasemen Liga 1 musim 2025/2026.

Musim ini, PSM tidak melakukan perombakan besar pada skuad.

Meski tiga pemain utama telah dilepas, penggantinya sudah disiapkan dan tinggal menunggu pengumuman resmi klub.

Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai Bernardo Tavares pasti sudah memiliki skema utama yang akan diterapkan, termasuk beberapa alternatif taktik jika rencana awal mengalami kebuntuan.

“Kompetisi itu panjang. Lawan pasti menganalisis PSM Makassar. Makanya, variasi taktik yang banyak akan membuat PSM sulit ditebak,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).

PSM dijadwalkan memulai latihan perdana pada 4 Juli 2025, dengan waktu satu bulan untuk mematangkan taktik sebelum Liga 1 bergulir Agustus nanti.

Imran menambahkan bahwa pemahaman taktik sangat bergantung pada kualitas pemain.

“Waktu itu relatif. Taktik itu soal pemahaman. Bagaimana pemain bisa menyerap dan menjalankan instruksi pelatih,” jelasnya.

Sementara itu, mantan pelatih PSM, Syamsuddin Umar, menekankan pentingnya peran pelatih dalam merancang taktik tim. 

Namun, ia mengingatkan bahwa saat pertandingan berlangsung, tanggung jawab lebih besar berada di pundak pemain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved