GAM Makassar Unjuk Rasa HUT Bhayangkara, Tuntut Kapolri Diganti
Ketegangan sempat terjadi saat seorang anggota Polri berseragam menegur massa karena aksi mereka dianggap mengganggu lalu lintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Peringa33rr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai aksi unjuk rasa dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar, Selasa (1/7/2025).
Unjuk rasa GAM berlangsung di perempatan Jalan AP Pettarani–Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini.
Massa membakar ban bekas dan menghadang truk kontainer untuk dijadikan panggung orasi, sehingga menyebabkan kemacetan di ruas jalan dari arah jembatan fly over menuju Jl Sultan Alauddin.
Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “79 Tahun Bhayangkara Mendesak Presiden Prabowo Untuk Copot Kapolri”.
Tuntutan itu ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri.
Ketegangan sempat terjadi saat seorang anggota Polri berseragam menegur massa karena aksi mereka dianggap mengganggu lalu lintas.
Namun, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat Polsek Rappocini yang mengamankan jalannya unjuk rasa.
Panglima GAM Makassar, La Ode Ikram Pratama, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya terhadap kinerja Kapolri.
Ia menilai Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit belum mampu mewujudkan institusi yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
“Kami menilai kepemimpinan Kapolri sekarang sangat tidak mumpuni. Terlalu banyak tindakan represif aparat, dan indeks kepercayaan publik terhadap Polri terus menurun,” kata La Ode Ikram.
Ia juga menyinggung sejumlah kasus besar yang mencuat selama masa jabatan Listyo Sigit, termasuk kasus Ferdy Sambo, Teddy Minahasa, hingga penanganan laporan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo yang dinilai tidak transparan.
La Ode berharap Presiden Prabowo segera melakukan rekonstruksi besar-besaran di tubuh Polri demi membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.
Kasus Kekerasan Polisi Meningkat
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merilis data jumlah kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian sehari jelang Hari Bhayangkara ke-79, yang jatuh pada Selasa, 1 Juli 2025.
Dalam laporan bertajuk “Kekerasan yang Menjulang di Tengah Penegakan Hukum yang Timpang”, KontraS mengungkapkan bahwa dari Juli 2024 hingga Juni 2025, terjadi 602 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota Polri.
| Kasus Pembunuhan Rudi Belum Terungkap, Peradi Makassar Sebut HUT ke-79 Bhayangkara Tanpa Prestasi |
|
|---|
| HUT Bhayangkara ke-79, Bupati Toraja Utara Harap Polres Berantas Judi Sabung Ayam |
|
|---|
| Zadrak Tombeg Harap Polres Tana Toraja Lebih Peduli Terhadap Masyarakat |
|
|---|
| SMK Kristen Harapan Rantepao Juara Turnamen Takraw HUT ke-79 Bhayangkara Tingkat Toraja Utara |
|
|---|
| Pengurus LDII Tana Toraja dan Senkom Mitra Polri Hadiri HUT Ke-79 Bhayangkara |
|
|---|