Senin, 13 April 2026

GAM Makassar Unjuk Rasa HUT Bhayangkara, Tuntut Kapolri Diganti

Ketegangan sempat terjadi saat seorang anggota Polri berseragam menegur massa karena aksi mereka dianggap mengganggu lalu lintas.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto GAM Makassar Unjuk Rasa HUT Bhayangkara, Tuntut Kapolri Diganti
ist
UNJUK RASA - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai aksi unjuk rasa dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar, Selasa (1/7/2025). Unjuk rasa GAM menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit diganti. 

TRIBUNTORAJA.COM - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai aksi unjuk rasa dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar, Selasa (1/7/2025).

Unjuk rasa GAM berlangsung di perempatan Jalan AP Pettarani–Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini. 

Massa membakar ban bekas dan menghadang truk kontainer untuk dijadikan panggung orasi, sehingga menyebabkan kemacetan di ruas jalan dari arah jembatan fly over menuju Jl Sultan Alauddin.

Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “79 Tahun Bhayangkara Mendesak Presiden Prabowo Untuk Copot Kapolri”.

Tuntutan itu ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri.

Ketegangan sempat terjadi saat seorang anggota Polri berseragam menegur massa karena aksi mereka dianggap mengganggu lalu lintas.

Namun, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat Polsek Rappocini yang mengamankan jalannya unjuk rasa.

Panglima GAM Makassar, La Ode Ikram Pratama, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya terhadap kinerja Kapolri.

Ia menilai Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit belum mampu mewujudkan institusi yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

“Kami menilai kepemimpinan Kapolri sekarang sangat tidak mumpuni. Terlalu banyak tindakan represif aparat, dan indeks kepercayaan publik terhadap Polri terus menurun,” kata La Ode Ikram.

Ia juga menyinggung sejumlah kasus besar yang mencuat selama masa jabatan Listyo Sigit, termasuk kasus Ferdy Sambo, Teddy Minahasa, hingga penanganan laporan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo yang dinilai tidak transparan.

La Ode berharap Presiden Prabowo segera melakukan rekonstruksi besar-besaran di tubuh Polri demi membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.

Kasus Kekerasan Polisi Meningkat

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merilis data jumlah kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian sehari jelang Hari Bhayangkara ke-79, yang jatuh pada Selasa, 1 Juli 2025.

Dalam laporan bertajuk “Kekerasan yang Menjulang di Tengah Penegakan Hukum yang Timpang”, KontraS mengungkapkan bahwa dari Juli 2024 hingga Juni 2025, terjadi 602 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota Polri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved