Militer China Pamer Drone Mirip Burung Pipit, Indonesia Perkenalkan 3 Alat Ini
Namun kelebihannya terletak pada kamuflase dan ukuran mini, yang menjadikannya ideal untuk misi pengintaian tersembunyi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Sebuah-vide3r333.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Sebuah video yang beredar baru-baru ini memperlihatkan pasukan elite Tiongkok atau China tengah mengoperasikan drone canggih menyerupai burung.
Drone berukuran kecil itu memiliki bentuk tubuh, sayap, dan paruh seperti burung asli, sehingga sulit dikenali sebagai perangkat teknologi jika dilihat sekilas.
Drone tersebut terbang layaknya burung pipit Eurasia, mengepakkan sayapnya sambil berputar-putar di udara.
Pengamat militer China mengidentifikasi perangkat ini sebagai biomimetic ornithopter, jenis drone yang meniru cara terbang hewan seperti burung atau serangga.
Dibandingkan drone konvensional, ornithopter memiliki sejumlah kekurangan.
Seperti daya jelajah yang terbatas, kapasitas muatan rendah, dan durasi terbang yang pendek.
Namun kelebihannya terletak pada kamuflase dan ukuran mini, yang menjadikannya ideal untuk misi pengintaian tersembunyi.
Karena bentuknya yang menyerupai burung, drone ini sangat cocok digunakan oleh pasukan khusus dalam misi spionase atau pemantauan diam-diam tanpa memicu kecurigaan.
Indonesia Perkenalkan Drone Jammer
Jika militer China pamerkan drone mini mirip burung, PT Pindad, perusahaan yang memproduksi alat-alat pertahanan Indonesia, beberapa waktu lalu juga memperkenalkan salah satu produk pertahanan anti drone.
Diantaranya kendaraan Maung MV3 Mobile Jammer, senjata SPS-1 dan unit Sectorial Jammer.
Secara sederhana, produk pertahanan anti drone Pindad ini berfungsi untuk mendeteksi dan melumpuhkan drone ilegal serta bersifat mobile (dapat berpindah lokasi).
Dikutip dari situs Pindad, ketiga produk Pindad ini telah digunakan dalam sejumlah kegiatan penting.
Diantaranya untuk mendukung operasi pengamanan pembekalan khusus Kabinet Merah Putih yang dilaksanakan di Akademi Militer, Magelang pada 25-27 Oktober 2024 lalu.
Kendaraan ini memiliki radius jamming 3 km yang menggunakan metode soft kill untuk memberikan proteksi dari ancaman drone ilegal.
| 22 Orang Tewas Dalam Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta |
|
|---|
| Insta360 Luncurkan Antigravity A1, Drone 360 Derajat Pertama di Dunia dengan Kamera 8K |
|
|---|
| PT Pindad Gandeng KG Mobility Korea Selatan Garap Proyek Mobil dan Bus Listrik Nasional |
|
|---|
| Erick Thohir: PT Pindad Mampu Produksi Mobil Maung untuk Jadi Mobil Dinas Para Menteri |
|
|---|
| Anggito Abimanyu Sebut Menteri Harus Gunakan Maung untuk Mobil Dinas, Kemenkeu Berikan Klarifikasi |
|
|---|