Selasa, 21 April 2026

Imbas Erupsi Gunung Lewotobi NTT, 12 Penerbangan Internasional Dibatalkan

Koordinasi telah dilakukan untuk memastikan pengalihan, pengembalian dana, maupun penjadwalan ulang bagi penumpang yang terdampak.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Imbas Erupsi Gunung Lewotobi NTT, 12 Penerbangan Internasional Dibatalkan
tribunnews
ERUPSI - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus, Selasa (17/6/2025). Gambar diambil dari Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, NTT. 

TRIBUNTORAJA.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup tiga bandar udara terdekat dari Gunung Lewotobi, di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penutupan akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (17/6/2025).

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Cecep Kurniawan, menyampaikan tiga bandara tersebut meliputi Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Bandara Turelelo (Bajawa Soa Airport) dan Bandara H Hasan Aroeboesman di Ende.

"Hingga kini telah ada tiga bandar udara yang ditutup operasinya akibat erupsi Gunung Lewotobi, yaitu Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere hingga 19 Juni 2025 pukul 06.00 WITA," kata Cecep dalam keterangannya, Rabu (18/6/25).

"Soa di Bajawa hingga 18 Juni 2025 pukul 17.00 WITA dan Haji Hasan Aroeboesman di Ende hingga 19 Juni 2025 pukul 07.00 WITA," sambungnya.

Cecep menambahkan bahwa terdapat 26 jalur penerbangan turut terdampak, terdiri dari 12 penerbangan internasional dan 14 penerbangan domestik, dengan total penumpang yang terkena dampak mencapai lebih dari 14.000 orang.

"Ada beberapa titik lokasi bandar udara dengan jumlah penumpang terdampak terbesar yaitu Denpasar 10.560 penumpang, Labuan Bajo 2.166 penumpang, Lombok 772 penumpang dan Maumere 451 penumpang," ujar Cecep.

Bandar Udara lainnya yang turut terdampak antara lain Kupang, Bajawa, Ende, Sabu, dan sejumlah rute konektivitas di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.

Koordinasi telah dilakukan untuk memastikan pengalihan, pengembalian dana, maupun penjadwalan ulang bagi penumpang yang terdampak.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan yang diambil.

"Kami terus memantau dan melakukan penyesuaian operasional berdasarkan data terbaru. Keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi dasar utama setiap keputusan penutupan maupun pembukaan kembali operasional bandara," ujar Lukman.

Lukman juga mengimbau kepada seluruh operator penerbangan dan penyelenggara bandara untuk memberikan kompensasi sesuai regulasi yang berlaku kepada penumpang yang terdampak.

"Termasuk opsi reschedule, reroute, hingga pengembalian dana (refund) penuh bagi penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memberikan perlindungan maksimal kepada pengguna jasa," katanya.

Kondisi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebanyak 17 penerbangan dibatalkan.

Sebanyak 17 penerbangan itu terdiri dari 12 penerbangan internasional dan 5 penerbangan domestik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved