Kamis, 23 April 2026

Menag Bantah Isu Kuota Haji Indonesia Dipotong 50 Persen

Ia juga menekankan bahwa meski masih ada kekurangan dalam operasional haji, hal itu adalah hal wajar yang juga dialami negara lain.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Menag Bantah Isu Kuota Haji Indonesia Dipotong 50 Persen
mansur
KUOTA HAJI - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar jumpa pers soal kuota haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Kamis (12/6/2025). 

TRIBUNTORAJA.COM - Isu pengurangan kuota haji Indonesia hingga 50 persen ramai diperbincangkan di media sosial. 

Tak ingin polemik ini berkembang liar, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar memberi penjelasan.

“Isu itu tidak benar dan tidak pernah dibahas secara resmi,” tegas Menag usai ia melepas kepulangan jemaah haji asal Lombok Tengah di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Kamis (12/6/2025).

Nasaruddin memastikan bahwa komunikasi antara Indonesia dan pemerintah Arab Saudi selama ini berlangsung terbuka dan profesional.

“Beberapa kali kami rapat, tidak pernah ada pembahasan soal pengurangan kuota secara drastis,” ungkapnya.

Menag menilai kabar semacam ini bisa menimbulkan keresahan yang tak perlu di tengah masyarakat.

“Jangan membuat masyarakat resah. Di sini semua berjalan lancar. Tidak ada sesuatu yang genting,” ujarnya seraya menegaskan bahwa pelaksanaan haji tahun ini dalam kondisi terkendali.

Ia juga menekankan bahwa meski masih ada kekurangan dalam operasional haji, hal itu adalah hal wajar yang juga dialami negara lain.

“Tidak ada yang sempurna. Semua negara punya tantangan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Menag, kuota haji Indonesia dalam tiga tahun terakhir relatif stabil.

Pada 2023, kuota tercatat 229.000 jemaah. Tahun 2024 meningkat menjadi 241.000, dan pada 2025 ini ditetapkan sebesar 221.000 jemaah.

Menutup pernyataannya, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji yang bekerja tanpa lelah di tengah cuaca ekstrem.

“Lihat bagaimana petugas kita bekerja di bawah terik. Mereka juga punya keluarga, punya harga diri. Mari kita bijak dalam menyebarkan informasi,” pungkasnya.(mansur)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved