Profil Raja Ampat, 'Surga Tersembunyi' Dijadikan Lokasi Tambang Nikel
Raja Ampat menjadi rumah bagi 1.318 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang.
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/WISATA-Danau-Karawapop-di-Pulau-Misool-Raja-Ampat-indonesiatravel.jpg)
Tidak hanya jenis-jenis ikan, Raja Ampat juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah.
Inilah yang membuat Raja Ampat disebut sebagai "kepigan surga di bumi".
Sejarah
Dikutip dari rajaampatkab.go.id, ada berbagai asal muasal Raja Ampat menurut mitos masyarakat yang memiliki berbagai versi. Secara garis besar bisa dibedakan menjadi dua, periode setelah tokoh Gurabesi dan sebelum Gurabesi.
- Periode sebelum Gurabesi
Menurut versi ini berdasarkan suku Kawe dan Wawiyai seperti yang dicatat Van der Leeden tahun 1979-1980, sebelum Gurabesi berkuasa, wilayah ini sudah memiliki kerajaan lokal dan dipimpin oleh raja yang saling bersaudara bergelar fun.
Fun Giwar menguasai Waigeo, fun Tusan menguasai Salawati, dan fun Mustari yang menguasai Misool.
Selain itu ada pula saudara keempat fun Kilimuri yang kemudian pergi ke Pulau Seram, saudara kelima fun Sem yang menjelma menjadi makhluk halus, dan Pin Take saudari keenam, dan saudara ketujuh yang membatu di Wawage, Waigeo Selatan.
Mereka awalnya hidup bersama di Wawage tetapi kemudian bertengkar dan berpisah. Selanjutnya dari sejarah tersebut beredar mitos yang dipercaya masyarakat, bahwa saudara perempuan Pin Take hamil tanpa suami.
Peristiwa itu menyebabkan saudara-saudaranya malu. Karena itu, dia dihanyutkan oleh saudara-saudaranya ke laut. Pin Take terdampar di Pulau Numfor dan bertemu dengan Manar Maker, seorang tokoh mitos masyarakat Biak-Numfor.
Kemudian Pin Take melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Kurabesi. Ketika dewasa, Kurabesi kembali ke Kali Raja (Wawage) dan bertemu pamannya fun Giwar.
Gurabesi, fun Giwar dan anak Giwar yang bernama Mereksopen, membantu Raja Tidore berperang melawan Raja Ternate.
Sebagai hadiah kepada Kurabesi atas kemenangan melawan Ternate, dia dinikahkan dengan putri Sultan Tidore, Boki Taiba. Kurabesi dan istrinya kemudian menetap di Wauyai, Waigeo, Raja Ampat sampai akhir hidupnya.
- Periode setelah Gurabesi
Salah satu versi seperti yang dicatat F.C. Kamma akhir tahun 1930-an mengatakan, ada pemimpin dari Biak yang bermigrasi ke kepulauan ini, yang bernama Gurabesi (Kurabesi) atau disebut juga Sekfamneri.
Dia kemudian bersama-sama dengan penduduk setempat menghentikan ekspansi orang Sawai yang berasal dari Patani, Halmahera Tengah ke kepulauan ini.
Tempat orang Sawai berhasil dikalahkan dengan tipu muslihat Gurabesi kemudian dinamakan Bukorsawai (tengkorak orang Sawai) di Waigeo Utara.
| Ini Alasan Kementerian ESDM Izinkan PT GAG Nikel Kembali Beroperasi di Raja Ampat |
|
|---|
| PBNU Bantah Tudingan Terima Dana Tambang Nikel Raja Ampat: Fitnah Keji! |
|
|---|
| Kemenhut Bakal Dalami Kasus Tambang Nikel Raja Ampat, Kejagung Tunggu Laporan |
|
|---|
| Viral Kapal 'JKW Mahakam' dan 'Dewi Iriana' Angkut Nikel di Raja Ampat Papua, Pemilik Buka Suara |
|
|---|
| Aktivitas Tambang di Raja Ampat Dihentikan, 900 Karyawan Nganggur |
|
|---|