Selasa, 21 April 2026

Jelang Iduladha, Pemkab Toraja Utara Gelar HLM Pengendalian Inflasi Daerah

staf BPS Toraja Utara mengatakan bahwa Toraja Utara wajib mewaspadai Inflasi bulan Juni dan Juli pasca Iduladha.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Jelang Iduladha, Pemkab Toraja Utara Gelar HLM Pengendalian Inflasi Daerah
freedy
INFLASI - Pemkab Toraja Utara gelar pertemuan High Level Meeting (HLM) di Peleton Cafe and Resto, Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Senin (2/6/2025). HLM untuk mengendalikan inflasi dan antisipasi resiko inflasi menghadapi Iduladha 1446 Hijriyah, 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Mengendalikan inflasi dan antisipasi resiko inflasi menghadapi Iduladha 1446 Hijriyah, Pemkab Toraja Utara gelar pertemuan High Level Meeting (HLM) di Peleton Cafe and Resto, Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Senin (2/6/2025).

HLM dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan urusan logistik (Bulog) Cabang Palopo yang membawahi Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulsel.

Hadir pula  Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Kapolres AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, Dandim 1414 Tana Toraja Letkol ARM Bani Kelana Sepang dan Wakil Bupati Andrew Silambi.

Dalam pemaparannya, staf BPS Toraja Utara mengatakan bahwa Toraja Utara wajib mewaspadai Inflasi bulan Juni dan Juli pasca Iduladha.

Secara umum kondisi perkembangan Inflasi daerah bulan maret 2025 Indeks Perubahan Harga (IPH) Toraja Utara mengalami peningkatan yang berarti inflasi terjadi pada bulan Maret.

Tetapi dari bulan April sampai Mei, IPH mengalami penurunan yang berarti dari bulan April sampai Mei mengalami deflasi.

Menjawab pemaparan tersebut, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong,  mengatakan bahwa jelang Iduladha, salah satu penentu tinggi rendahnya Inflasi juga disebabkan oleh kegiatan adat Rambu Tuka dan Rambu Solo.

"Jadi selain jelang Iduladha, bulan Juni ini sudah mulai kegiatan adat Rambu Tuka dan Rambu Solo yang mulai banyak, pasti permintaan cabai, tomat dan lain sebagainya akan tinggi, biasanya moment itu beberapa harga pokok tersebut naik," ucapnya.

Lanjut Frederik Victor Palimbong menambahkan bahwa sesuai data dari Sekda Toraja Utara bahwa komoditas yang memberikan andil terbesar pada Penurunan IPH (Indeks Perubahan Harga) yaitu beras kerena saat itu sudah mulai panen raya diberbagai daerah kemudian cabai rawit karena telah memasuki masa panen cabe di Toraja Utara.

"Di awal tahun 2025 ini memang ada beberapa harga kebutuhan pokok yang turun karena sudah banyak petani di Toraja melakukan panen. Baik itu panen padi maupun komoditi lainnya," katanya.

"Selanjutnya menjelang bulan Juni ini sepertinya harga akan naik lagi ini nanti saya akan pantau juga dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar menjaga supply and demand (peemintaan dan penawaran) seimbang sehingga harga di pasaran tetap normal," tambah Frederik.

Ada dua langkah yang akan diambil Pemkab Toraja Utara sebagai upaya pengendalian Inflasi.

Pertama, dari data yang ada kecenderungan terjadinya inflasi di bulan-bulan tertentu, maka tim penurunan inflasi daerah merekomendasikan penyusunan program kegiatan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kedua, menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM), sidak pasar, hingga pemantauan harga bahan kebutuhan pokok secara berkala di pasar-pasar.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved