Sabtu, 25 April 2026

Indonesia Alami Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Jokowi: Cek Penyebabnya

Menurut data BPS, ekonomi Indonesia mencatat deflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan (month-to-month) pada September 2024.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Indonesia Alami Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Jokowi: Cek Penyebabnya
Dok. Kemlu RI
Presiden Indonesia Joko Widodo. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya pengendalian baik inflasi maupun deflasi di Indonesia agar tidak merugikan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Indonesia mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut.

Menurut data BPS, ekonomi Indonesia mencatat deflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan (month-to-month) pada September 2024.

 

 

Tren deflasi ini telah berlangsung sejak Mei, dengan deflasi sebesar 0,03 persen pada Mei, 0,08 persen pada Juni, 0,18 persen pada Juli, dan 0,03 persen pada Agustus.

"Baik deflasi maupun inflasi, keduanya harus dikendalikan agar harga tetap stabil. Jangan sampai merugikan produsen, baik itu petani, nelayan, UMKM, atau pabrik. Sementara dari sisi konsumen, harga juga harus tetap terjangkau," ujar Jokowi saat menghadiri acara "Nusantara TNI Fun Run" di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Minggu (6/10/2024).

Jokowi pun meminta agar dilakukan pengecekan lebih lanjut mengenai penyebab deflasi yang terjadi.

 

Baca juga: Jokowi Tegaskan Susunan Kabinet Prabowo Subianto Adalah Hak Prerogatif Presiden Terpilih

 

Ia menekankan bahwa pengendalian deflasi merupakan hal penting yang perlu diperhatikan.

"Coba cek dengan teliti, apakah deflasi ini karena penurunan harga barang disebabkan pasokan dan distribusi yang baik, atau mungkin karena daya beli yang melemah. Pengendalian dan keseimbangan sangat diperlukan dalam situasi seperti ini," kata Jokowi seperti dikutip dari Antara.

Di sisi lain, Jokowi juga membahas inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia yang berada di angka 1,84 persen per September 2024. Ia menyebut bahwa angka ini sudah tergolong baik.

 

Baca juga: Israel Akan Invasi Lebanon, Presiden Jokowi Perintahkan Evakuasi WNI

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved