Belum Ada Kasus Covid-19 di Sulsel
kasus Covid-19 di Indonesia pada pekan ke-20 saat ini menunjukkan tren penurunan kasus konfirmasi mingguan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Virus-corona.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan surat edaran menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Surat Edaran Kemenkes itu berisi sembilan arahan, ditujukan kepada Dinas Kesehatan, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, UPT Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Surat edaran itu bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 maupun penyakit potensial kejadian luar biasa atau wabah lainnya.
“Meski demikian transmisi penularannya masih relatif rendah, dan angka kematiannya juga rendah,” tulis Kemenkes dalam surat edaran, ditandatangani Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Murti Utami.
Varian Covid-19 dominan yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, di Singapura LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1, dan di Malaysia adalah XEC (turunan J.1).
Kendati di sejumlah negara Asia tinggi, transmisi penularan dan angka kematian akibat corona di Indonesia masih tergolong rendah.
Menurut data Kemenkes, kasus Covid-19 di Indonesia pada pekan ke-20 saat ini menunjukkan tren penurunan kasus konfirmasi mingguan.
Belum Ada di Sulsel
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel), Dr dr M Ishaq Iskandar (53), memastikan belum ada kasus coronavirus atau Covid-19 di Sulsel.
Meski begitu, tim surveilans pemprov dan pemerintah kabupaten/kota tetap melakukan pemantauan terhadap kabar kasus corona meningkat di kawasan Asia Tenggara.
“Sulsel masih nihil, kita pantau. Kita kerjasama dan koordinasi balai besar karantina kesehatan,” kata Ishaq, Senin (2/6/25).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengaku akan menindaklanjuti surat edaran Kemenkes.
“Lagi komunikasikan apakah kita tindak lanjuti dengan edaran wali kota atau dinas kesehatan,” jelasnya, Senin (2/6/25).
Edaran waspada bahaya Covid-19 memang rutin oleh Kemenkes. Edaran ini memberikan peringatan kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai penularan corona.
Hanya saja, Nursaidah menegaskan, masyarakat tidak perlu panik menyikapi penyampaian tersebut.
| Sudah 7 Kasus Positif Covid, Menkes Imbau Warga Tidak Panik |
|
|---|
| Suporter Diimbau Pakai Masker Saat Nonton Timnas Indonesia vs China |
|
|---|
| Kemenkes Pastikan Virus HMPV Belum Ada di Indonesia |
|
|---|
| Ingin Vaksin Booster Covid-19 Sebelum Mudik? Segini Kisaran Harganya |
|
|---|
| Kasus Covid-19 Varian JN.1 Ditemukan di Indonesia, Waspadai Gejalah Ini |
|
|---|