Polisi Buru Dokter Cabul di Garut yang Kabur Usai Videonya Viral
Aksi cabul itu terekam jelas dalam CCTV dan memicu kemarahan publik setelah video tersebut viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/cabil-doktreff.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menonaktifkan Surat Tanda Registrasi (STR) dokter spesialis obgyn di Garut, Jawa Barat.
Hal tersebut menyusul video viral di media sosial terkait dugaan seorang dokter spesialis obgyn melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pasien.
"Untuk saat ini, Kemenkes sudah koordinasi dengan KKI untuk minta nonaktifkan sementara STR-nya sambil menunggu investigasi lebih lanjut," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (15/4).
Namun Aji tidak menjelaskan lebih lanjut sampai kapan STR tersebut dinonaktifkan.
"Kalau ada perkembangan, nanti akan diinfokan lagi," kata Aji.
Terpisah, Satreskrim Polres Garut membentuk tim khusus untuk menangkap dokter kandungan, M Syafril Firdaus (MSF), yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya.
Aksi cabul itu terekam jelas dalam CCTV dan memicu kemarahan publik setelah video tersebut viral di media sosial.
Kapolres Garut, AKBP Fajar M Gemilang, memimpin langsung penyelidikan. Tim penyidik telah menyisir klinik tempat kejadian dan mengumpulkan bukti.
“Kami bergerak cepat. Tim sudah dibagi untuk mengejar pelaku dan mendampingi korban,” tegas Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.
Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan MSF diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap pasien saat pemeriksaan USG di Klinik Karya Harsa, Jalan Ahmad Yani, Garut, Jawa Barat.
Video itu pertama kali diunggah oleh drg Mirza Mangku Anom, seorang dokter gigi yang geram melihat kejadian tersebut.
“Ini buktinya lengkap. Rekaman CCTV versi lengkap ada di saya. Saya tidak terima melihat hal seperti ini!” tulis drg. Mirza di Instagram.
Kejadian ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut pada 2024, tetapi diselesaikan secara kekeluargaan tanpa proses hukum.
Polisi kini menduga ada lebih dari satu korban dan mengajak masyarakat berani melapor.
“Kami duga korban tidak hanya satu. Jika ada yang berani bicara, kami akan lindungi identitasnya,” tambah AKP Joko.
Diduga MSF adalah lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan sempat berpraktek di Klinik Cibatu.
Beberapa sumber menyebutkan ia pernah diadukan karena keluhan serupa, tetapi tidak pernah diproses secara hukum.
Polisi kini memburu MSF yang diduga telah kabur. Masyarakat diminta membantu dengan melaporkan jika melihat keberadaannya.
Sering Mangkir
Ketua Umum Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp. OG, Subsp. Onk., D.MAS, M.Kes menyebut, kasus itu sudah diproses di kepolisian.
Ia mengatakan, hari ini atau Selasa (15/4), sudah ada lima saksi yang diperiksa dengan barang bukti berupa CCTV. POGI akan mengawal proses hukum yang dilakukan oleh Polres Garut.
"Hari ini sudah memeriksa lima saksi di klinik Karya Harsa Garut , CCTV sebagai bukti tertanggal 20-06-2024 antara jam 11.00-12.00," kata dia kepada wartawan.
POGI akan membantu dan mengawal proses hukum agar tidak terulang hal serupa seperti ini dengan memberikan efek jera atau berupaya preventif.
"Polda jabar sudah membentuk tim khusus mencari pelaku dan sudah dibuka posko pengaduan di Polres Garut bagi korban lain atas kekerasan seksual," jelas Prof Yudi.
Pihaknya tengah mengkaji sanksi tegas pada terduga pelaku. PP POGI melalui POGI Cabang Jawa Barat telah melakukan pemanggilan kepada terduga pelaku untuk melakukan investigasi atau klarifikasi ulang bentuk pelanggaran yang dilakukan tapi yang bersangkutan tidak hadir ( 3 kali ).
Bila ada pelanggaran Etika dan disiplin profesi, POGI tidak akan ragu-ragu memberikan sanksi tegas organisasi.(Tribun Network/rin/wly)
| 194 Pelajar di Garut Keracunan Usai Santap MBG, 19 Dirawat Intensif |
|
|---|
| Dari Garut, Asep Ajak Lima Kawannya Jualan Bendera di Toraja, Omzet Ratusan Ribu Per Hari |
|
|---|
| Detik-detik Polisi Tewas di Acara Makan Gratis Pernikahan Anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi |
|
|---|
| Kang Dedi Tanggung Biaya Pendidikan Hingga Kuliah Anak Korban Ledakan Amunisi TNI di Garut |
|
|---|
| Aparat Desa Sagara Sebut Warga yang Tewas Dalam Ledakan Amunisi di Garut Dipekerjakan TNI |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.