Senin, 8 Juni 2026

Meskipun Dirakit di Tiongkok, iPhone Dapat Keistimewaan dari Trump

Namun produk ini tidak termasuk dalam daftar barang yang dikenakan tarif tinggi oleh pemerintah AS.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Meskipun Dirakit di Tiongkok, iPhone Dapat Keistimewaan dari Trump
Kompas.com
iPhone 11 

TRIBUNTORAJA.COM - Secara mengejutkan, iPhone terhindar dari dampak kebijakan tarif tinggi yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Seperti diketahui, sebagian besar unit iPhone dirakit di Tiongkok.

Namun produk ini tidak termasuk dalam daftar barang yang dikenakan tarif tinggi oleh pemerintah AS.

Menurut kutipan dari Yahoo Finance dan Associated Press, Trump secara terbuka mengungkapkan bahwa ia memikirkan Apple, perusahaan teknologi raksasa yang memproduksi handphone iPhone

"Saya memikirkan Apple. Saya berbicara dengan Tim Cook," kata Trump.

Dalam pernyataannya, dia menekankan niatnya untuk tidak memberikan beban yang terlalu berat pada Apple dalam persaingan global.

Meskipun iPhone berhasil lolos dari tarif, ketidakpastian masih membayangi.

Beberapa analis memperingatkan bahwa jika tarif dikenakan pada produk Apple di masa depan, harga jual iPhone bisa melonjak antara 100 hingga 200 dollar per unit.

Kenaikan harga ini tentunya dapat memengaruhi daya beli konsumen yang menjadi salah satu target pasar utama Apple.

Apple memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap Tiongkok, baik sebagai negara tempat perakitan maupun sebagai pasar yang luas.

Sekitar 20 persen pendapatan Apple berasal dari penjualan di Tiongkok, dan sebagian besar produksi iPhone dilakukan oleh perusahaan mitra seperti Foxconn yang beroperasi di negara tersebut.

Ketergantungan ini membuat Apple harus berpikir strategis mengenai langkah selanjutnya.

Untuk menghindari dampak lebih lanjut dari kebijakan tarif yang mungkin diberlakukan di masa mendatang, Apple harus mempertimbangkan opsi untuk memindahkan sebagian produksinya ke negara lain seperti India atau Vietnam.

Namun, pemindahan ini bukanlah perkara mudah sebab biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transisi dari Tiongkok sangat besar.

CEO Apple, Tim Cook, diketahui telah melakukan lobi intensif dengan Gedung Putih untuk melindungi Apple dari kebijakan tarif yang merugikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved