Selasa, 19 Mei 2026

Ramadan 2025

Hikmah Ramadan, Merawat Kemabruran Puasa bagian 27: dari Wirid ke Warid

Wirid adalah amalan hati dan yang secara telaten dilakukan seorang arifin di dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Hikmah Ramadan, Merawat Kemabruran Puasa bagian 27: dari Wirid ke Warid
nasaruddinumar.id
HIKMAH RAMADAN - Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA. Dalam tulisan hikmah Ramadan, Menag Nasarudin mengulas tentang dari Wirid ke Warid. 

Oleh Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA

TRIBUNTORAJA.COM - Wirid dan warid berasal dari akar kata yang sama, yaitu warada-yaridu, berarti
menemukan. 

Wirid dibedakan dan zikir. Zukir adalah amalan berupa penyebutan atau mengingat nama-nama Allah SWT. 

Pengertian seperti ini sama dengan wirid. Hanya bedanya, wirid sudah diatur jumlah, jenis bacaan, metode, dan waktu pembacaannya. 

Wirid adalah amalan hati dan yang secara telaten dilakukan seorang arifin di dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sedangkan warid adalah efek atau bekas yang tertinggal di dalam bentuk suasana batin dan karakter setelah secara rutin mengamalkan wirid. 

Dengan demikian, sulit membayangkan adanya warid tanpa adanya wirid yang diamalkan secara rutin. Warid adalah sesuatu yang datang dari hati berupa bisikan-bisikan yang terpuji, kemudian melahirkan ketenangan batin.

Kehadirannya bukan karena disengaja tetapi lebih merupakan anugrah Allah SWT. Jika seseorang telah melakukan dosa maka biasanya akan melahirkan kegelisahan dan rasa serba salah, yang dampaknya dapat dibaca oleh orang lain. 

Sebaliknya warid adalah suasana ketenangan dan kejernihan batin yang dirasakan seseorang sebagai efek dari amalan zikir dan wirid.

Ibnu Athaillah mengatakan: “Jangan kita menganggap rendah hamba yang memiliki wirid dan ibadah tertentu, karena keduanya memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah.” 

Ia menambahkan: 

“Jika engkau melihat seorang hamba yang ditetapkan oleh Allah dalam menjaga wiridnya, dan dilanggengkan-Nya dalam keadaan demikian, namun lama ia tidak mendapatkan pertolongan-Nya, maka jangan sampai engkau meremehkan apa yang Allah telah berikan itu kepadanya, hanya karena engkau belum melihat tanda-tanda orang ‘arif ataupun cahaya indah seorang pencinta Allah pada diri hamba itu. Kalaulah bukan karunia berupa warid, tentu tidak akan ada wirid.”

Warid pengertiannya lebih umum daripada khawatir (bisikan) karena khawatir hanya khusus dalam bentuk informasi, pesan-pesan, bisikan, inspirasi atau apa yang terkandung dalam suatu makna. 

Warid bisa berupa kehadiran kesenangan, kelapangan (basth), dan berbagai rasa yang terkandung dalam suatu makna. Warid merupakan pemberian Allah yang berupa petunjuk, cahaya ilahi, kesenangan dalam beribadah. 

Allah SWT memberi warid untuk menyelamatkanmu dari cengkeraman dunia dan membebaskanmu dari pada diperbudak oleh makhluk apapun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved