Puncak Arus Mudik Diperkirakan Jumat, Menkes Beri Tips Hindari Kecelakaan
Jika terjadi kepadatan ekstrem dengan volume kendaraan lebih dari 8 ribu kendaraan per jam, kebijakan one way akan diterapkan.
WFA, lanjut Sigit, dapat memberikan lebih banyak kelonggaran waktu bagi pemudik. Sehingga kemacetan pun dapat mudah terurai.
Sementara itu Menteri Kesehatannya (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan para pemudik untuk menyempatkan diri beristirahat dalam perjalanan mudik lebaran.
Dalam kunjungannya ke rest area KM 52 Tol Jakarta-Cikampek, Budi menjelaskan, raga yang kurang istirahat saat mudik dapat mengakibatkan kecelakaan hingga kematian.
“Ada satu penyakit yang paling mengancam jiwa di masa mudik, namanya penyakit kecelakaan,” ujarnya.
Supaya hal tersebut tidak terjadi, Budi meminta pengendara untuk beristirahat setidaknya 15 hingga 30 menit setelah menempuh perjalanan maksimal lima jam.
Jika tidak beristirahat, kondisi kelelahan akan menerpa dan pengemudi jadi kurang awas terhadap sekitar.
“Kecelakaan itu bisa kita hindari asalkan sopirnya setiap 5 jam, istirahat 15-30 menit,” jelas Budi.
“Karena kalau tidak, sopirnya nanti akan fatigue, dia lupa stretching, nanti dia akan kurang was-was, kemudian dia nubruk,” sambungnya.(tribun network/mar/dod)
| Penumpang Makassar–Toraja Membeludak, PO Bus Tambah 8 Armada, Harga Tiket Naik 25 Persen |
|
|---|
| Polri dan Kemenhub Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Arus Mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 |
|
|---|
| Menteri Kesehatan Bakal Wajibkan Tes Psikologi Tiap 6 Bulan untuk Dokter Residen |
|
|---|
| Volume Kendaraan di Maros saat Lebaran Idul Fitri 2025 Menurun, Kecelakaan Turut Berkurang |
|
|---|
| Kasatlantas Luwu: Ribuan Kendaraan Diperkirakan Lintasi Wilayah Setiap Jam Saat Arus Balik Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/25032025_Mudik_Gratis.jpg)