Sabtu, 18 April 2026

SD Negeri 3 Rantepao Toraja Utara Inklusif ABK, Terapkan Penilaian Khusus

SD Negeri 3 Rantepao memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar bersama teman-temannya tanpa diskriminasi.

Tayang:
Penulis: Ratri Viandhinie Gatta | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto SD Negeri 3 Rantepao Toraja Utara Inklusif ABK, Terapkan Penilaian Khusus
Tribun Toraja/Ratri Viandhinie
INKLUSI - Proses belajar mengajar di di SDN 3 Rantepao Jl Budi Utomo Kelurahan Rante Pasele Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara, Senin (10/3/2025) siang. SDN 3 Rantepao menerapkan program inklusif, sekolah ramah dengan anak berkebutuhan khusus (ABK), menerima peserta didik tanpa adanya diskriminasi. 

TRIBUNTORAJA.COM, Rantepao - SD Negeri 3 Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, merupakan salah satu sekolah  inklusif.

Bahkan, sekolah yang berada di Jl Budi Utomo, Kelurahan Rante Pasele, Kecamatan Rantepao, ini telah lama menerapkan program inklusif.

Inklusif adalah sikap yang terbuka terhadap perbedaan, menerima, dan berinteraksi dengan orang lain dari berbagai latar belakang.

SD Negeri 3 Rantepao memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar bersama teman-temannya tanpa diskriminasi.

Salah satu guru SD Negeri 3 Rantepao, Rosmiati (40), menceritakan bahwa inklusi terhadap ABK ini sudah lama berlaku di sekolahnya.

“Saya sendiri alumni tahun 1997 dari sini. Bahkan, waktu saya sekolah, saya punya teman kelas yang memiliki teman ABK," ujar Rosmiati.

Rosmiati menuturkan, murid ABK memiliki cara belajar yang berbeda, terutama dalam hal daya tangkap materi pelajaran. 

Meski demikian, tidak ada kelas khusus bagi siswa ABK, walau tidak semua kelas akan diisi murid ABK. Jika ada AKB, biasanya 1 sampai 4 anak saja.

Terpantau Tribun Toraja, Senin (10/3/2025), beberapa murid ABK berkumpul dengan temannya. Tidak ada perbedaan di kelas antara yang reguler dan inklusif.

Selama proses belajar, tidak ada insiden murid mengalami tantrum, kondisi yang sering dialami anak ABK.

Hal ini dikarenakan, murid ABK mendapat perhatian lebih dalam proses pembelajaran.

“Pembelajarannya tidak ada perbedaan, hanya saja cara penyampaiannya perlu penyesuaian," kata Rosmiati.

"Kami memastikan setiap muridABK mendapatkan perhatian lebih agar mereka bisa memahami materi, meskipun mungkin tidak sepenuhnya bisa mengikuti dengan cepat,” sambung Rosmiati.

Rosmiati juga menjelaskan bahwa ada sistem penilaian khusus untuk murid ABK, mengingat perbedaan kemampuan yang ada antara yang reguler dan ABK.

Mengenai isu sosial di sekolah, Rosmiati menambahkan bahwa di SDN 3 Rantepao tidak pernah terjadi kasus perundungan terhadap murid ABK

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved