Sabtu, 25 April 2026

Kondisi Paus Fransiskus Membaik, Diperkirakan Segera Keluar dari Rumah Sakit

Kondisi kesehatan Paus yang menurun dalam beberapa pekan terakhir memunculkan spekulasi di Vatikan terkait kepemimpinannya.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Kondisi Paus Fransiskus Membaik, Diperkirakan Segera Keluar dari Rumah Sakit
Tribunnews.com
KESEHATAN PAUS - Paus Fransiskus melambai dari jendela istana apostolik yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus saat Doa Angelus, 24 Desember 2023 silam di Vatikan. Terkini, Paus Fransiskus dilaporkan mengalami perbaikan kondisi kesehatan setelah menjalani perawatan intensif akibat pneumonia sejak 14 Februari 2025. 

TRIBUNTORAJA.COM, VATIKAN – Paus Fransiskus dilaporkan mengalami perbaikan kondisi kesehatan setelah menjalani perawatan intensif akibat pneumonia sejak 14 Februari 2025 lalu.

Meskipun menunjukkan kemajuan yang signifikan, tim medis di Rumah Sakit Gemelli, Roma, masih memutuskan untuk merawatnya beberapa hari ke depan guna memastikan pemulihan yang optimal.

Dalam pernyataan resminya, Vatikan menyampaikan bahwa pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang berusia 88 tahun itu telah merespons pengobatan dengan baik.

Hasil pemeriksaan darah dan terapi medis menunjukkan perkembangan positif, sehingga status prognosis “waspada” yang sebelumnya diberikan telah dicabut.

Namun, sebagaimana dikutip dari Associated Press, tim medis tetap berhati-hati mengingat kompleksitas infeksi yang diderita Paus Fransiskus.

 

 

Tetap Mengikuti Retret Secara Virtual

Di tengah masa perawatannya, Paus Fransiskus tetap menjalankan tugas-tugas kepemimpinan.

Ia mengikuti retret spiritual tahunan Vatikan melalui konferensi video pada Senin (10/3/2025).

Dalam sesi pagi dan sore, Paus mendengarkan renungan yang disampaikan oleh Pastor Roberto Pasolini di hadapan para imam, uskup, dan kardinal yang berkumpul di auditorium Vatikan.

 

Baca juga: Kondisi Membaik, Paus Fransiskus Berikan Respons Positif terhadap Perawatan di Rumah Sakit

 

Namun, para peserta tidak dapat melihat atau mendengar suara Paus secara langsung.

Retret ini menandai awal masa Prapaskah bagi umat Katolik, dengan tema “Harapan akan Kehidupan Kekal”, yang telah ditetapkan jauh sebelum Paus Fransiskus dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi paru-paru.

Selain itu, Paus tetap menjalani terapi fisik dan pernapasan.

Ia masih menggunakan selang oksigen pada siang hari serta alat bantu ventilasi noninvasif pada malam hari guna membantu pernapasannya.

 

Baca juga: Ribuan Umat Katolik di Vatikan Gelar Doa Rosario untuk Paus Fransiskus

 

Spekulasi Mengenai Masa Depan Kepemimpinan Paus

Kondisi kesehatan Paus yang menurun dalam beberapa pekan terakhir memunculkan spekulasi di Vatikan terkait kepemimpinannya.

Beberapa laporan media bahkan menyebut kemungkinan adanya pertemuan rahasia para kardinal untuk membahas masa depan Gereja Katolik.

Namun, Vatikan menegaskan bahwa Paus Fransiskus masih tetap memimpin, meskipun belum dapat tampil di hadapan publik.

 

Baca juga: Kondisi Paus Fransiskus Membaik Usai Alami Gangguan Pernapasan Jumat Kemarin

 

Sementara itu, Kardinal Michael Czerny, salah satu pejabat tinggi Vatikan, membantah isu mengenai dugaan insiden di rumah sakit.

Sebelumnya, sempat beredar laporan bahwa Juan Grabois, seorang aktivis sosial asal Argentina sekaligus sahabat dekat Paus, mencoba masuk secara paksa ke kamar perawatan di lantai 10 Rumah Sakit Gemelli.

Dalam suratnya kepada Grabois, Czerny menyatakan bahwa Paus mengetahui keberadaan sahabatnya di Roma dan merasa terhibur dengan doa serta dukungan yang diberikan.

“Saya tahu Anda juga bersama saya dalam menolak keras versi tidak berdasar yang beredar di sejumlah media tentang dugaan perilaku tidak pantas di rumah sakit,” tulis Czerny dalam surat bertanggal 6 Maret 2025.

 

Baca juga: Paus Fransiskus Dipasangi Ventilator, Vatikan Sebut Dokter Akan Observasi 24 Jam

 

Tetap Peduli pada Isu Global

Di tengah pemulihannya, Paus Fransiskus masih menunjukkan kepeduliannya terhadap berbagai peristiwa dunia.

Vatikan mengungkapkan bahwa ia telah menerima laporan terkait bencana banjir di Argentina dan menyampaikan solidaritasnya kepada masyarakat yang terdampak.

Meskipun masih dalam perawatan, Paus Fransiskus tetap menjalankan tugas kepausannya dari kejauhan.

Pada Kamis (13/3/2025), ia akan menandai 12 tahun kepemimpinannya sebagai pemimpin Gereja Katolik, meskipun untuk pertama kalinya dalam kondisi perawatan di rumah sakit.

Vatikan berharap, jika kondisinya terus membaik, Paus dapat segera kembali ke kediamannya di Vatikan dalam waktu dekat.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved