Gunung Semeru Erupsi 9 Kali Sejak Dini Hari, Warga Dilarang Beraktifitas di Sekitar Puncak
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa letusan terjadi sembilan kali sejak dini hari hingga pagi hari.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/BAHAYA-ABU-VULKANIK-Angin-kencang-kerap-terjadi-di-kawasan-pegunungan-Gunung-Semeru.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, LUMAJANG – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (10/3/2025).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa letusan terjadi sembilan kali sejak dini hari hingga pagi hari.
Rincian Erupsi Gunung Semeru
- Pukul 00.54 WIB, tinggi kolom letusan mencapai 600 meter di atas puncak, dengan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke selatan.
- Pukul 01.04 WIB, kolom letusan lebih rendah, hanya 400 meter di atas puncak, dengan arah abu yang sama.
- Pukul 02.04 WIB, letusan lebih besar dengan kolom abu 1.000 meter di atas puncak.
- Pukul 02.33 WIB, erupsi kembali terjadi dengan ketinggian 700 meter.
- Pukul 02.43 WIB, letusan mencapai 1.000 meter dengan intensitas sedang.
- Pukul 03.15 WIB, kolom abu naik hingga 1.100 meter ke arah selatan.
- Pukul 04.07 WIB, letusan setinggi 1.000 meter terjadi kembali.
- Pukul 04.30 WIB dan 05.22 WIB, Gunung Semeru mengeluarkan letusan dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.
- Pukul 06.16 WIB, erupsi terakhir tercatat dengan ketinggian 900 meter, atau 4.576 meter di atas permukaan laut.
Baca juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi Empat Kali Pagi Ini
"Kolom abu yang muncul berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke selatan dan barat daya. Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 113 detik," jelas Liswanto, dikutip dari Antara, Senin (10/3/2025).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena dikhawatirkan dapat terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Waga Diminta Tidak Beraktivitas di Radius 8 Km dari Puncak
"Warga juga diimbau untuk menjauh dari radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena wilayah tersebut rawan terkena lontaran batu pijar," ujar Liswanto.
Selain itu, masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Sungai yang berpotensi terdampak antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.
(*)
| TNBTS Pastikan 187 Pendaki di Ranu Kumbolo Selamat saat Erupsi Semeru |
|
|---|
| Erupsi Gunung Semeru, Ribuan Warga Lumajang Dievakuasi ke Lima Titik Pengungsian |
|
|---|
| Erupsi Gunung Semeru, Awan Panas Meluncur 5 Kilometer, Pendaki Diminta Ubah Jadwal |
|
|---|
| Marsinah Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Sang Kakak Menangis Terharu |
|
|---|
| Banyak Motor Rusak Usai Isi Pertalite, Pertamina Buka 17 Posko Pengaduan di Jawa Timur |
|
|---|