Selasa, 19 Mei 2026

Ramadan 2025

Hikmah Ramadan Merawat Kemabruran Puasa bagian 4: Hidup Ini Adalah Seni

Jawabannya sesungguhnya sudah terasa di dalam bulan suci Ramadhan, yang energi spiritualnya amat kuat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Hikmah Ramadan Merawat Kemabruran Puasa bagian 4: Hidup Ini Adalah Seni
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
HIKMAH RAMADAN - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menyampaikan pesan penting dalam perayaan Natal bertajuk Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2024 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ecovention Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2025). Nasaruddin memberikan Hikmah Ramadan tentang Kemabruran Puasa tentang Hidup Ini adalah Seni. 

Oleh Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA

TRIBUNTORAJA.COM - Akhirnya kita bisa menyadari bahwa memang hidup ini adalah seni. Ada tantangan, perjuangan, dan problem tetapi ada keindahan, kenikmatan, dan kebahagiaan. 

Yang pasti hidup ini harus dijalani. Hidup ini juga harus disiasati. Hidup ini juga adalah pelajaran. Bahkan pepatah mengatakan ‘Pengalaman adalah guru paling baik’. Kenapa harus menderita kalau bisa bahagia?

Kenapa harus dipesulit jika bisa dipermudah? Kenapa harus rumit jika bisa simpel? Pernyataan-pernyataan ini mengisyaratkan kepada kita bahwa hidup ini memang perlu dimanaj dan perlu disiasati. 

Jawabannya sesungguhnya sudah terasa di dalam bulan suci Ramadhan, yang energi spiritualnya amat kuat.

Ada sejumlah kiat yang ditawarkan oleh para arifin di dalam menjalani kehidupan ini. Di antaranya ialah memiliki barang-barang yang benar-benar kita butuhkan dan sebaiknya kita sisihkan daftar barang yang kita inginkan. 

Dalam kenyataan hidup ini sesungguhnya kebutuhan kita sedikit, yang banyak adalah keinginan. Kita harus membedakan secara tegas antara kebutuhan dan keinginan. 

Kebutuhan adalah benar-benar mendesak dan sangat diperlukan, sedangkan keinginan lebih merupakan harapan-harapan ideal yang belum terpilah mana kebutuhan primer dan mana kebutuhan sekunder.

Adakalanya hidup ini perlu dijalani secara praktis-fragmatis tetapi ada juga dimensi di dalam hidup ini memerlukan visi, misi, dan filosofi. 

Di dalam Islam niat menjadi amat penting di dalam menjalani kehidupan ini. Manusia memiliki dua kapasitas, yaitu sebagai hamba dan khalifah. 

Hidup sebagai hamba membutuhkan pengabdian dan hidup sebagai khalifah membutuhkan tanggung jawab. Sekali lagi, niat menjadi amat penting karena niat bukan sekedar terucapnya maksud dan tujuan di ujung lidah tetapi secara inplisit juga mengisyaratkan adanya program atau planning dan controlling.

Hidup sistematis dan teratur tidak berarti memasang jerat-jerat dalam kehidupan yang menghalangi kemerdekaan dan kebebasan hidup. 

Ala bisa karena biasa, kita perlu menunmbuhkan sikap dan karakter yang sekaligus modal dasar di dalam menjalani kehidupan ini. Jika tatanan hidup sudah menjadi karakter maka akan terasa mudah menjalani kehidupan ini.

Meskipun orang lain mungkin prihatin dengan ketatnya pola kehidupan yang dipilih tetapi yang bersangkutan merasakan kenyamanan dengan pola itu. 

Bahkan ia akan merasakan hidup ini simpel dan ringan karena ideology hidupnya sudah menjadi karakter yang melekat di dalam dirinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved