Berita Viral
Sosok di Balik Band Sukatani, Pencipta Lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang Viral
Nama Sukatani dipilih karena mencerminkan gambaran sebuah desa yang asri dan makmur, sesuai dengan harapan mereka untuk membawa perubahan positif...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/SUKATANI-MINTA-MAAF-Anggota-Sukatani-Band-Muhammad-Syifa-Al-Ufti.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, PURBALINGGA – Band Sukatani tengah menjadi sorotan setelah lagu mereka, Bayar Bayar Bayar, menuai kontroversi karena dinilai menyudutkan institusi kepolisian.
Menanggapi polemik ini, dua anggota band tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Kapolri dan institusi kepolisian.
Muhammad Syifa Al Lufti dan Novi Citra, dua personel utama Sukatani, menegaskan bahwa lagu tersebut sebenarnya ditujukan untuk oknum tertentu, bukan keseluruhan lembaga kepolisian.
Untuk meredam polemik yang berkembang, mereka juga memutuskan untuk menarik lagu tersebut dari berbagai platform musik.
"Saya, Muhammad Syifa Al Lufti, dengan ini menyampaikan permohonan maaf. Saya, Novi Citra Indriyati, juga meminta maaf. Kami telah mencabut dan menarik lagu Bayar Bayar Bayar yang memiliki lirik ‘bayar polisi’," demikian pernyataan mereka dalam unggahan di akun Instagram @sukatani.band, Jumat (21/2/2025).
Selain menarik lagu dari platform digital, mereka juga mengimbau agar para pengguna media sosial tidak lagi menyebarkan video yang berisi lagu tersebut.
Baca juga: Viral Lagu Bayar Bayar Bayar Sukatani, PBHI: Diduga Ada Intimidasi dan Pelanggaran HAM
"Kami meminta kepada seluruh pengguna media sosial yang telah mengunggah lagu Bayar Bayar Bayar agar segera menghapusnya," lanjut pernyataan mereka.
Dalam video permintaan maafnya, keduanya menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil atas kesadaran sendiri dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
Baca juga: Viral Lagu Band Sukatani Bayar Bayar Bayar, Kapolri: Tak Ada Masalah
"Jika nantinya muncul konsekuensi lebih lanjut, itu bukan lagi tanggung jawab kami. Oleh karena itu, kami meminta agar semua video yang menggunakan lagu tersebut segera dihapus," kata mereka.
"Pernyataan ini kami buat secara sadar, tanpa tekanan dari pihak mana pun, dan dapat kami pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa," tutup mereka dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Viral Lagu Bayar Polisi, Amnesty International: Tak Mungkin Sukatani Minta Maaf Tanpa Tekanan
Mengenal Personel Band Sukatani
Band Sukatani digawangi oleh dua musisi utama, yakni Muhammad Syifa Al Lufti, yang akrab disapa Alectroguy, berperan sebagai gitaris sekaligus produser, serta Novi Citra, yang memiliki nama panggung Twister Angel, sebagai vokalis.
Sebelum kontroversi ini mencuat, Novi diketahui bekerja sebagai guru. Namun, setelah lagu Bayar Bayar Bayar viral, ia dikabarkan kehilangan pekerjaannya di sekolah tempatnya mengajar.
Keputusan tersebut diduga berkaitan dengan adanya surat resmi dari aparat yang menyoroti lagu tersebut.
Baca juga: Viral Lagu Bayar Polisi, Amnesty International: Tak Mungkin Sukatani Minta Maaf Tanpa Tekanan
Sukatani terbentuk pada Oktober 2022 di Purbalingga, berawal dari inisiatif Novi yang sudah lama berkecimpung di skena musik Purwokerto sejak 2013.
Dengan kecintaannya pada penulisan lirik, ia kemudian menggandeng AI untuk membantu merancang materi lagu mereka, sehingga lahirlah Sukatani sebagai wadah ekspresi musikal mereka.
Salah satu ciri khas Sukatani adalah penampilan mereka yang selalu menggunakan balaclava serta kebiasaan membagikan sayuran kepada penonton sebagai bentuk dukungan terhadap petani.
Baca juga: Sempat Hilang usai Lagu Kritik Polisi Bayar Bayar Bayar Viral, Band Sukatani: Kami Berdua Aman
Selain itu, aksi panggung mereka yang enerjik dan interaktif semakin menambah daya tarik setiap pertunjukan mereka.
Secara musikal, Sukatani mengusung genre dance-punk dengan sentuhan new wave, terinspirasi dari anarcho-punk era 80-an serta proto-punk.
Lirik-lirik dalam lagu mereka kerap menyuarakan kritik sosial terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Lagu Bayar-Bayar-Bayar Viral: Band Sukatani Minta Maaf, Polri Tegaskan Tidak Anti-Kritik
Pada Juli 2023, mereka merilis album perdana bertajuk Gelap Gempita, yang berisi delapan lagu dengan tema sosial yang relevan, termasuk lagu kontroversial Bayar Bayar Bayar.
Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan musik mereka, sekaligus menegaskan eksistensi Sukatani di industri musik Indonesia.
Baca juga: Viral Kakek Diterkam Buaya di Cimory Gowa Hingga Tangan Nyaris Putus, Mengaku Keluarganya
Makna di Balik Nama 'Sukatani'
Nama Sukatani dipilih karena mencerminkan gambaran sebuah desa yang asri dan makmur, sesuai dengan harapan mereka untuk membawa perubahan positif melalui musik.
Dengan nama ini, mereka ingin menunjukkan bahwa meskipun berasal dari daerah kecil, mereka tetap bisa bersaing di industri musik nasional dan menyampaikan pesan-pesan penting melalui karya mereka.
Keunikan Sukatani juga membuat mereka dikenal luas di berbagai panggung musik.
Baca juga: Viral Pria di Makassar Mendadak Kesurupan saat Ditangkap Polisi
Mereka telah tampil di sejumlah festival besar seperti Synchronize Fest 2024, Pestapora 2024, Bukan Main, dan Cherry Pop 2024.
Menariknya, identitas asli kedua personel Sukatani baru terungkap setelah munculnya permintaan maaf mereka akibat kontroversi Bayar Bayar Bayar.
Hal ini semakin menambah daya tarik tersendiri dalam perjalanan karier band ini di kancah musik Indonesia.
(*)
| Viral Video Wanita Dorong Satpam hingga Nyaris Tertabrak Kereta di Stasiun Gang Sentiong Jakpus |
|
|---|
| Viral Video Penemuan Kacang Raksasa di Kalimantan, Ini Kata Ahli Biologi UGM |
|
|---|
| Viral Bocah di Makassar Diculik, Akhirnya Ditemukan di Merangin Jambi usai Seminggu Hilang |
|
|---|
| Viral Video Belatung di Menu MBG Bangkalan, Satgas Akui Ada Kelalaian |
|
|---|
| Truk Angkut Siswa SMP Wahdah Gowa Terbalik, Penumpang Terlempar Keluar |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.