10 Tuntutan Indonesia Gelap dari BEM se-Kota Makassar
Ada yang bertuliskan RIP Pancasila, RIPUUD 1945, RIP hak rakyat, tolak kebijakan anti rakyat dan Indonesia gelap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/unjht78l.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Ratusan mahasiswa mengatasnamakan BEM se-Kota Makassar berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (21/2/2025) sore.
Mahasiswa membawa berbagai spanduk dalam unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap ini.
Ada yang bertuliskan RIP Pancasila, RIPUUD 1945, RIP hak rakyat, tolak kebijakan anti rakyat dan Indonesia gelap.
Unjuk rasa diwarnai aksi bakar ban.
Dalam aksi ini, BEM se-Kota Makassar menyampaikan 10 tuntutan.
Pertama mencabut Inpres 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam APBN dan APBD 2025.
Kedua menolak proyek strategis nasional (PSN) yang tidak berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Ketiga evaluasi total program makan bergizi gratis (MBG).
Keempat menolak rancangan undang-undang (RUU) Minerba.
Kelima meminta pemerintah mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis.
Keenam membayarkan tunjangan kinerja tenaga pendidik.
Ketujuh sahkan RUU Perampasan Aset.
Kedelapan mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto mengeluarkan Perpu pembatalan kenaikan PPN 12 persen.
Sembilan berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi.
Sepuluh menolak Undang-Undang TNI tentang Dwifungsi ABRI.
| Temui Pendemo, Ketua DPRD Tana Toraja Jelaskan Tahapan Penyusunan Ranperda RTRW |
|
|---|
| Mahasiswa: Ranperda RTRW Tana Toraja Ancam Kelestarian Lingkungan dan Pariwisata |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Koalisi Mahasiswa Toraja Unjuk Rasa Tolak Ranperda RT/RW 2026–2045 |
|
|---|
| Kasus Bundir di Tana Toraja Tahun 2025 Naik 100 Persen, Unjuk Rasa Naik 220 Persen |
|
|---|
| Tuntut Kapolres Tana Toraja Dicopot, Demo Mahasiswa Toraja di Polda Sulsel Berakhir Ricuh |
|
|---|