Kamis, 4 Juni 2026

Sejumlah Proyek Infrastruktur di Sulsel Terdampak Efisiensi Anggaran Pusat

DAK Fisik untuk proyek infrastruktuk ini turun menjadi Rp 1,528 triliun, turun dari semula Rp 1,615 triliun.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Sejumlah Proyek Infrastruktur di Sulsel Terdampak Efisiensi Anggaran Pusat
Tribun Toraja/Kristiani Tandi Rani
EFISIENSI ANGGARAN - Ilustrasi pengerjaan jalan poros Makula hingga Batualu, Tana Toraja (arsip). Akbat kebijakan efisiensi anggaran dari pusat, sejumlah proyek infrastruk, khususnya jalan dan irigasi, terdampak. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Sejumlah proyek infrastruktur di daerah, termasuk di Sulawesi Selatan, disebutkan terdampak efisiensi anggaran di pemerintah pusat.

Di Sulsel, ada beberapa proyek jalan dan irigasi batal dikerjakan usai pemangkasan anggaran.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan infrastruktur menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dalam Dana Transfer ke Daerah.

Untuk Sulsel, DAK Fisik untuk proyek infrastruktuk ini turun menjadi Rp 1,528 triliun, turun dari semula Rp 1,615 triliun.

Adapun beberapa proyek yang terdampak disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Astina Abbas.

Ia mengatakan, ada satu ruas yang rencananya dikerjakan dengan sumber dana DAK pada 2025 ini yaitu jalan Solo - Peneki - Kulampu di Kabupaten Wajo.

Namun, kabarnya perencanaan pengerjaan jalan tersebut batal dikerjakan di tahun ini.

"Tahun ini kan yang rencana mau ditangani itu Solo - Peneki - Kulampu. Itu memang pusat yang pilih. Yang transfer semua masuk efisiensi. Kalau saya tidak salah (anggarannya) Rp 18 miliar," ujar Astina di Makassar beberapa waktu lalu dikutip dari Tribun Timur.

Sebenarnya ada satu lagi ruas lainnya yang batal dikerjakan. Namun sumbernya bukan dari DAK pusat.

Itu adalah ruas jalan Ussu - Nuha di Luwu Timur. Jalan ini batal dikerjakan tahap lanjutan dari tahun 2024 lalu.

Sumber dana pengerjaannya ruas jalan ini menggunakan Dana Hibah Sawit dari pemerintah pusat.

Hanya saja dengan efisiensi anggaran pusat, maka hibah tersebut terkena dampak pemangkasan.

"Hibah sawit juga itu lanjutannya Ussu - Nuha Rp 3 miliar, masuk efisiensi juga," jelas Astina.

Senada dengannya, proyek fisik irigasi di Sulsel juga terdampak efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang, mengaku ada tiga daerah irigasi (DI) yang masuk rencana pengerjaan melalui DAK tahun ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved