Rabu, 15 April 2026

Banjir Maros Tutup Jalan Trans Sulawesi, Bus Jurusan Toraja-Makassar Terpaksa Putar Balik

Tidak hanya bus, menurut Tato, kendaraan lain seperti minibus dan sepeda motor juga mengalami kendala serupa.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Banjir Maros Tutup Jalan Trans Sulawesi, Bus Jurusan Toraja-Makassar Terpaksa Putar Balik
Tribun Toraja/IST
BANJIR BIKIN MACET - Suasana jalan poros Maros - Pangkep, Sulsel, pada Rabu (12/2/2025) pagi ini, kemacetan dari arah Makassar - Jl poros Maros - Pangkep, banyak kendaraan yang terjebak macet dan terpaksa harus mutar haluan menuju titik awal berangkat. (Sumber foto: kiriman warga). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO – Banjir yang melanda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, semakin meluas, menyebabkan gangguan lalu lintas di wilayah sekitarnya.

Jika sebelumnya delapan kecamatan terdampak, kini jumlahnya bertambah menjadi sepuluh kecamatan.

Dampak banjir ini juga dirasakan di Kabupaten Pangkep dan Barru, menyebabkan kemacetan panjang dan menyulitkan perjalanan, terutama bagi kendaraan umum seperti bus rute Toraja-Makassar dan Makassar-Toraja, yang akhirnya harus memutar balik ke tempat asal keberangkatan.

 

 

Kendaraan Terpaksa Putar Balik

Salah satu penumpang asal Toraja, Tato (28), mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarganya harus kembali ke Makassar akibat banjir yang tidak memungkinkan kendaraan untuk melintas.

"Senin (10/2/2025) malam masih ada bus yang bisa lewat, tapi tadi malam (Selasa, 11/2/2025), sudah tidak bisa sama sekali. Akhirnya, bus kami terpaksa putar balik ke Makassar," ujarnya saat dihubungi Tribun Toraja, Rabu (12/2/2025) pagi.

Tidak hanya bus, menurut Tato, kendaraan lain seperti minibus dan sepeda motor juga mengalami kendala serupa.

 

Baca juga: Bus Rute Makassar-Toraja Bakal Terlambat Tiba, Jalan Poros Maros Putus Akibat Banjir

 

"Banyak minibus dan motor yang mogok karena air masuk ke mesin. Banyak juga yang akhirnya putar balik," tambahnya.

Meskipun mengalami kerugian, Tato menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

"Lebih baik putar balik daripada memaksakan melintas dan menghadapi risiko yang tidak diinginkan," katanya.

 

Baca juga: 3 Orang Ditemukan Meninggal Akibat Banjir Bandang di Bima NTB, 6 Orang Masih Hilang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved