Minggu, 19 April 2026

Pasukan Israel Tembaki Demonstran di Lebanon, 2 Tewas dan 17 Luka-Luka

Israel menyalahkan tentara Lebanon karena dianggap lambat dalam mengerahkan pasukan ke wilayah perbatasan.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Pasukan Israel Tembaki Demonstran di Lebanon, 2 Tewas dan 17 Luka-Luka
AP via Kompas.com
Warga Lebanon berkumpul dan bersiap kembali ke rumah mereka, sementara tentara Israel memblokir jalan menuju desa Aitaroun di Lebanon Selatan. Tentara Israel kemudian menembaki warga yang ingin kembali ke rumah mereka dan menewaskan dua orang warga, Senin (27/1/2025). 

TRIBUNTORAJA.COM, BEIRUT – Pasukan Israel kembali melakukan penembakan terhadap pengunjuk rasa di Lebanon pada Senin (27/1/2025), mengakibatkan dua orang tewas dan 17 lainnya terluka.

Insiden ini terjadi sehari setelah 24 orang kehilangan nyawa dan lebih dari 130 lainnya luka-luka dalam insiden serupa, ketika demonstran mencoba menembus blokade jalan yang didirikan di sepanjang perbatasan.

Sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat pada 27 November 2024, pasukan Israel seharusnya sudah mundur dari wilayah Lebanon selatan, sementara Hizbullah diminta bergerak ke utara Sungai Litani paling lambat 26 Januari 2025.

 

 

Namun hingga saat ini, tentara Israel masih berada di lebih dari selusin desa di wilayah Lebanon, meskipun tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB telah dikerahkan ke beberapa desa menjelang batas waktu.

Pemerintah Amerika Serikat dan Lebanon mengumumkan pada Minggu (26/1) bahwa batas waktu penarikan telah diperpanjang hingga 18 Februari 2025.

Namun, pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, dalam pidato yang disiarkan Senin, menolak keras perpanjangan tersebut.

 

Baca juga: Trump Ingin Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Politisi PKS: Orang Israel yang Direlokasi ke AS

 

"Israel harus mundur karena 60 hari telah berakhir," tegas Kassem.

"Kami tidak akan menerima alasan apa pun untuk memperpanjang satu detik atau satu hari pun. Setiap penundaan dalam penarikan pasukan adalah tanggung jawab Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS, Prancis, dan Israel," lanjutnya, seperti dilaporkan oleh The Associated Press.

Kassem juga mengklaim bahwa Hizbullah tidak melanggar ketentuan gencatan senjata meskipun mempertimbangkan untuk membalas serangan udara Israel.

Ia menyebut bahwa pihaknya dinasihati oleh otoritas Lebanon untuk menahan diri.

 

Baca juga: Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza Mulai 19 Januari 2025, Ini Poin Kesepakatan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved