Pasukan Israel Tembaki Demonstran di Lebanon, 2 Tewas dan 17 Luka-Luka
Israel menyalahkan tentara Lebanon karena dianggap lambat dalam mengerahkan pasukan ke wilayah perbatasan.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/israel-tembaki-pengunjuk-rasa-di-beirut-lebanon-2812025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, BEIRUT – Pasukan Israel kembali melakukan penembakan terhadap pengunjuk rasa di Lebanon pada Senin (27/1/2025), mengakibatkan dua orang tewas dan 17 lainnya terluka.
Insiden ini terjadi sehari setelah 24 orang kehilangan nyawa dan lebih dari 130 lainnya luka-luka dalam insiden serupa, ketika demonstran mencoba menembus blokade jalan yang didirikan di sepanjang perbatasan.
Sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat pada 27 November 2024, pasukan Israel seharusnya sudah mundur dari wilayah Lebanon selatan, sementara Hizbullah diminta bergerak ke utara Sungai Litani paling lambat 26 Januari 2025.
Namun hingga saat ini, tentara Israel masih berada di lebih dari selusin desa di wilayah Lebanon, meskipun tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB telah dikerahkan ke beberapa desa menjelang batas waktu.
Pemerintah Amerika Serikat dan Lebanon mengumumkan pada Minggu (26/1) bahwa batas waktu penarikan telah diperpanjang hingga 18 Februari 2025.
Namun, pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, dalam pidato yang disiarkan Senin, menolak keras perpanjangan tersebut.
Baca juga: Trump Ingin Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Politisi PKS: Orang Israel yang Direlokasi ke AS
"Israel harus mundur karena 60 hari telah berakhir," tegas Kassem.
"Kami tidak akan menerima alasan apa pun untuk memperpanjang satu detik atau satu hari pun. Setiap penundaan dalam penarikan pasukan adalah tanggung jawab Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS, Prancis, dan Israel," lanjutnya, seperti dilaporkan oleh The Associated Press.
Kassem juga mengklaim bahwa Hizbullah tidak melanggar ketentuan gencatan senjata meskipun mempertimbangkan untuk membalas serangan udara Israel.
Ia menyebut bahwa pihaknya dinasihati oleh otoritas Lebanon untuk menahan diri.
Baca juga: Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza Mulai 19 Januari 2025, Ini Poin Kesepakatan
| BREAKING NEWS: Koalisi Mahasiswa Toraja Unjuk Rasa Tolak Ranperda RT/RW 2026–2045 |
|
|---|
| Kasus Bundir di Tana Toraja Tahun 2025 Naik 100 Persen, Unjuk Rasa Naik 220 Persen |
|
|---|
| BNPB: 914 Orang Tewas dan 389 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sumatera |
|
|---|
| Alvaro Kiano Diduga Dibunuh Ayah Tiri, Sang Ibu Putuskan Berhenti Bekerja di Luar Negeri |
|
|---|
| Empat Orang Tewas dalam Banjir dan Longsor di 6 Wilayah Sumatera Utara |
|
|---|