Longsor Buntu Pepasan
Suami-Istri Meninggal Dunia Tertimbun Longsor di Buntu Pepasan Toraja Utara, Ini Identitasnya
Rumah pasutri yang berprofesi sebagai petani ini hancur karena tertimbun material longsor.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pencarian-korban-longsor-buntu-pepasan-toraja-utara-2312025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Warga Lembang (desa) Sarambu, Kecamatan Buntu Pepasan (Bunpes), Toraja Utara, Sulsel, berduka.
Terjadi bencana tanah longsor di di Bulo' Dusun Panuli, Lembang Sarambu, Kecamatan Buntu Pepasan Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Kamis (23/1/2025) dini hari.
Dua orang ditemukan meninggal dalam tertimpa material longsor.
Adapun dua korban ini adalah pasangan suami dan istri atas nama Tappang (77) dan istrinya Luku (70).
Rumah pasutri yang berprofesi sebagai petani ini hancur karena tertimbun material longsor.
Selain itu, dua orang dilaporkan mengalami luka.
Korban luka adalah Agustina Arrang (83) atau yang akrab disapa Nek Salpa serta cucunya, Rosmawati Misi' (28).
Rumahnya sempat terbawa material longsor dan ditemuka di pinggir sungai.
Saat kejadian kedua korban berada dalam rumah dan terlelap tidur.
Keduanya telah dilakukan penanganan medis awal oleh petugas kesehatan dari dari PKM Ta'ba' Parandangan.
Diketahui, material longsor menghancurkan tiga tongkonan (rumah adat Toraja), tiga rumah, dan enam lumbung padi (alang).
Selain itu, dua kerbau dan dua babi mati akibat tertimbun material longsor.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar.