7 Kue Khas Imlek, Ada Simbolisme dan Filosofi di Balik Kelezatannya

Kue Imlek menjadi salah satu yang paling menarik karena cita rasa, tekstur, dan filosofi yang terkandung.

Editor: Imam Wahyudi
ist
Ilustrasi mooncake atau kue bulan, salah satu kue khas Imlek. 

TRIBUNTORAJA.COM - Imlek 2025 jatuh pada 29 Januari.

Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi dan budaya.

Salah satu elemen penting adalah hidangan khas yang sarat makna.

Kue Imlek menjadi salah satu yang paling menarik karena cita rasa, tekstur, dan filosofi yang terkandung.

Kue-kue ini tidak sekadar makanan, tetapi juga menyiratkan doa dan harapan untuk keberuntungan, kebahagiaan dan kesuksesan

Setiap bentuk, bahan, dan cara penyajiannya pun memiliki makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai budaya Tionghoa.

Berikut daftar kue khas Imlek dikutip dari China Highlights:

1. Kue Keranjang

Memiliki rasa manis dan tekstur yang kenyal, kue keranjang dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, kekayaan, hingga kebahagiaan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Penataan kue keranjang yang saling bertumpuk juga punya makna mendalam, yakni melambangkan keberuntungan pada gaji dan posisi yang lebih tinggi.

2. Pangsit Beras

Pangsit beras menjadi salah satu hidangan penutup Tahun Baru Cina yang paling populer.

Bola-bola nasi manis ini sering kali diberi tambahan biji wijen hitam atau kacang tanah yang dihaluskan. 

3. Kue Mangkok

Kue mangkok atau fa gao adalah makanan khas Imlek berbentuk bunga yang sedang mekar. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved