Rabu, 20 Mei 2026

14.347 Anak Tidak Sekolah di Sulsel Kembali Bersekolah Sepanjang 2024

Anak Tidak Sekolah (ATS) memang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto 14.347 Anak Tidak Sekolah di Sulsel Kembali Bersekolah Sepanjang 2024
TribunToraja/Yoram Mangapan
Siswa baru SMAN 4 Tana Toraja diminta membawa sapu lidi ke sekolah hari ini, Kamis (11/7/2024). Sapu itu akan dipakai untuk kerja baktii besok. 

TRIBUNTORAJA.COM - Kabar gembira bagi dunia pendidikan Sulsel.

Dari 37.195 anak tidak sekolah (ATS), sebanyak 14.347 diantaranya telah kembali bersekolah pada tahun 2024.

Anak Tidak Sekolah (ATS) memang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sepanjang 2024.

Awalnya, ada 140.017 ATS yang tercatat di Kementerian Pendidikan.

Namun, setelah Pemprov Sulsel bergerak untuk melakukan konfirmasi data, ternyata anak kategori ATS hanya 37.195 atau 26,56 persen.

"Anak tidak sekolah yang telah melanjutkan pendidikannya terkonfirmasi sebanyak 14.347 anak atau sebesar 10,25 persen," ujar Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan, Selasa (31/12/2024).

Prof Zudan meminta seluruh masyarakat aktif melaporkan jika ada anak yang tidak sekolah.

"Bahkan cukup melapor pada kepala sekolah jenjang pendidikan terdekat.

Kalau ada anak tidak sekolah, segera bantu konfirmasi ke kepala sekolah terdekat, baik SD, SMP, atau SMA. Ini konsen kami di provinsi agar semua anak sekolah," jelasnya.

Sementara itu, Disdik mulai menyusun rencana pembangunan 5 tahun mendatang mulai tahun 2025.

Tugas utamanya yaitu terkait angka anak wajib sekolah.

"Diamanahkan kepada kami 100 persen anak wajib sekolah. Artinya harus dijaga ketersediaan sarana. Jangan sampai ada anak tidak sekolah karena itu tadi sarana. Meskipun jika dihitung semua sekolah, termasuk swasta, sebenarnya kita kelebihan ruang kelas. Tapi banyak masyarakat masih mengutamakan anaknya di negeri," kata Kadis Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, beberapa waktu lalu.

Disdik Sulsel sedang memetakan sebaran sekolah yang ada di Sulsel.

Selain itu, pemetaan daerah yang minim sekolah juga dilakukan.

Ada dua opsi yang sedang digodok Disdik Sulsel untuk memastikan seluruh anak wajib sekolah mendapat layanan pendidikan maksimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved