Rabu, 29 April 2026

Kemenlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Gempa Vanuatu

Laporan dari otoritas setempat menyebutkan bahwa kerusakan paling parah terjadi di ibu kota, Port Vila.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Kemenlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Gempa Vanuatu
twitter
Gempa M7,5 itu terjadi di Kepulauan Vanuatu Pasifik tepatnya di laut 47 km barat daya PortVila-Vanuatu pada Selasa (17/12/2024) 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,3 yang mengguncang Vanuatu pada hari Selasa (17/12/2024).

Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan yang mengonfirmasi adanya WNI yang menjadi korban gempa tersebut.

"Sampai saat ini, kami tidak menerima informasi mengenai WNI yang terlibat dalam gempa di Vanuatu," kata Judha dalam pernyataan yang disampaikan kepada Antara pada Rabu (18/12/2024).

 

 

Judha menambahkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, yang juga mengakreditasi Vanuatu, telah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang di sana.

KBRI juga terus menjalin komunikasi dengan warga Indonesia yang berada di daerah terdampak.

Berdasarkan data KBRI Canberra, terdapat sekitar 48 WNI yang berada di Vanuatu, sebagian besar dari mereka bekerja sebagai kru kapal.

 

Baca juga: Puluhan Warga Diduga Masih Terjebak di Reruntuhan Gempa Vanuatu

 

Kemlu RI bersama KBRI Canberra akan terus memantau perkembangan di Vanuatu guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang ada di sana.

Sebagai informasi, gempa dengan magnitudo 7,3 mengguncang Vanuatu pada Selasa (17/12) pukul 12.51 waktu setempat.

Laporan dari otoritas setempat menyebutkan bahwa kerusakan paling parah terjadi di ibu kota, Port Vila.

 

Baca juga: Gempa Guncang Vanuatu Tewaskan 14 Orang, 200 Warga Terluka. 48 WNI Dilaporkan Aman

 

Hingga Rabu (18/12), jumlah korban tewas tercatat mencapai 14 orang, sementara lebih dari 200 orang lainnya mengalami cedera.

Beberapa infrastruktur di daerah yang terdampak juga mengalami kerusakan signifikan.

Pemerintah setempat terus berupaya melakukan evakuasi dan identifikasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved