Selasa, 2 Juni 2026

Kaleidoskop Toraja 2024

Kaleidoskop Toraja 2024, Bagian II: Tragedi Longsor Pango-Pango

Berikut rangkuman peristiwa menarik yang terjadi di Indonesia, serta di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara sepanjang 2024.

Tayang:
Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Kaleidoskop Toraja 2024, Bagian II: Tragedi Longsor Pango-Pango
Tribun Toraja/Handover
Petugas mengevakuasi salah satu korban longsor di Palangka, Makale, Tana Toraja, Sabtu (14/4/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Tahun 2024 menjadi saksi bagi berbagai peristiwa yang mencatatkan sejarah penting di Tana Toraja dan Toraja Utara.

Dari kegiatan budaya, tragedi, hingga perubahan signifikan, kedua kabupaten ini terus bertransformasi dengan semangat untuk menjaga tradisi sambil menyongsong modernitas.

Berikut rangkuman peristiwa menarik yang terjadi di Indonesia, serta di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara sepanjang 2024.

 

 

Bagian II, April - Juni: Petaka Longsor Pango-pango

Longsor terjadi di sekitar objek wisata Pango-pango, tepatnya di wilayah Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Sabtu (13/4/24) malam.

Dari laporan yang diterima Tribun Toraja, diketahui longsor tersebut terjadi pada pukul 23.00 Wita.

Belasan hingga puluhan warga yang bermukim di sekitar Pango-pango, dilaporkan tertimbun longsor.

Tribun Toraja belum mendapat laporan resmi dari pihak berwenang terkait musibah ini.

Namun dari foto yang beredar, sejumlah orang tampak sedang dievakuasi dari timbunan longsor.

 

Salah satu warga korban longsor di Pango-pango, berhasil dievakuasi, Sabtu (13/4/24) malam.
Salah satu warga korban longsor di Pango-pango, berhasil dievakuasi, Sabtu (13/4/24) malam. (freedy/tribun toraja)

 

4 Korban Ditemukan, Diduga Belasan Orang Masih Tertimbun

Dampak longsor Pango-pango juga merambah ke wilayah Lembang Randan Batu (Bera) dan Kelurahan Tosapan (Santung), Kecamatan Makale Selatan.

Salah satu korban tewas dilaporkan berasal dari wilayah Palangka, sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka serius.

Pantauan Tribun Toraja, total empat korban telah ditemukan.

Dua di antaranya mengalami luka ringan, satu mengalami patah tulang dan segera dilarikan ke RS Sinar Kasih untuk perawatan medis lebih lanjut, sementara satu korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Selain itu, tiga rumah warga juga dilaporkan tertimbun material longsor.

Tim penyelamat terus berupaya membersihkan reruntuhan dan mencari tahu apakah masih ada korban yang tertimbun di bawah material longsor.

Salah satu warga yang ikut melakukan pencarian, Marianus, mengatakan saat ini dugaan masih mengarah kepada kemungkinan adanya belasan korban lain yang tertimbun dan belum ditemukan.

"Iya jadi kemungkinan masih belasan korban yang tertimbun, apalagi kejadian malam hari dan ada tiga rumah yang terkubur material longsor," ujar Martinus saat dihubungi Tribun Toraja, Minggu (14/4/2024) pagi.

 

Jenazah korban longsor Pango-pango yang telah dievakuasi, Minggu (14/4/2024) siang Wita.
Jenazah korban longsor Pango-pango yang telah dievakuasi, Minggu (14/4/2024) siang Wita. (Tribun Toraja/Handover)

Baca juga: Jauh dari Lokasi Longsor, Objek Wisata Pango-pango Tana Toraja Tetap Buka

 

Total 17 Korban Tertimbun, 15 Tewas

Informasi yang dihimpun Tribun Toraja, dari total 17 korban yang tertimbun material longsor, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia pada Minggu siang (14/4/2024).

Kapolres Tana Toraja, AKBP Malpa Malacoppo, menyatakan bahwa petugas terus memantau sekitar lokasi kejadian.

"Dari total 17 orang, 15 di antaranya meninggal dunia, sementara masih dipantau jika ada di lokasi," ujarnya saat dihubungi Tribun Toraja, Minggu siang.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman bencana, terutama pada musim penghujan.

"Semoga warga tetap memantau, terutama saat hujan deras yang biasanya terjadi pada sore hingga malam hari," tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wita pada Sabtu malam (13/4/2024).

Dampaknya juga dirasakan di wilayah Lembang Randan Batu (Bera) dan Kelurahan Tosapan (Santung), Kecamatan Makale Selatan.

Petugas masih melakukan pencarian di beberapa lokasi lainnya untuk menemukan korban yang tertimbun akibat longsor tersebut.

 

Warga dan aparat melanjutkan pencarian dan evakuasi korban longsor Pango-pango di tengah guyuran hujan, Minggu (14/4/2024) pagi Wita.
Warga dan aparat melanjutkan pencarian dan evakuasi korban longsor Pango-pango di tengah guyuran hujan, Minggu (14/4/2024) pagi Wita. (Tribun Toraja/Handover)

Baca juga: Daftar Nama Korban Longsor Pango-pango Tana Toraja

 

Daftar Nama Korban Longsor Pango-pango Tana Toraja

Data resmi dari Polres Tana Toraja mengungkapkan bahwa total 19 orang menjadi korban dari bencana ini.

"Berikut nama-nama korban longsor di Palakka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Tana Toraja," tulis Kasubbagbin OPS Bag Ops Polres Tana Toraja, AKP Guna Munda dalam keterangan resmi yang diperoleh Tribun Toraja.

Rinciannya, 15 orang dinyatakan meninggal dunia, 2 masih dalam pencarian, dan 2 berhasil selamat dari malapetaka tersebut.

AKP Guna Munda menegaskan bahwa proses pencarian masih berlangsung untuk dua korban yang hilang.

Berikut adalah nama-nama korban yang telah tercatat:

1. Berta Binek (P) 33 Tahun - Meninggal Dunia

2. Putri (P) 5 Tahun - Meninggal Dunia

3. Reno (L) 2 Tahun - Meninggal Dunia

4. Wiris (L) 12 Tahun - Meninggal Dunia

5. Marsel/Bongga (L) 16 Tahun - Meninggal Dunia

6. Agustinus (L) 20 Tahun - Meninggal Dunia

7. Ala' (L) 60 Tahun - Meninggal Dunia

8. Baru (P) 40 Tahun - Meninggal Dunia

9. Endik (L) 15 Tahun - Meninggal Dunia

10. Mondi (L) 8 Tahun - Meninggal Dunia

11. Kottong (L) 35 Tahun - Meninggal Dunia

12. Acok (L) 37 Tahun - Meninggal Dunia

13. Masek (L) 38 Tahun - Meninggal Dunia

14. Jimmi (L) 27 Tahun - Meninggal Dunia

15. Dala (L) 30 Tahun - Meninggal Dunia

16. Sopia (P) 23 Tahun - Hilang

17. Gea (P) 3 Tahun - Hilang

18. Rape (P) 35 Tahun - Selamat

19. Tania (P) 8 Tahun - Selamat

Sementara upaya pencarian korban yang masih hilang terus dilakukan.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Malpa Malacoppo, menyatakan bahwa petugas terus memantau sekitar lokasi kejadian.

"Dari total 17 orang, 15 di antaranya meninggal dunia, sementara masih dipantau jika ada di lokasi," ujarnya saat dihubungi Tribun Toraja, Minggu siang.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman bencana, terutama pada musim penghujan.

"Semoga warga tetap memantau, terutama saat hujan deras yang biasanya terjadi pada sore hingga malam hari," tambahnya.

(*/Freedy/Rifki)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved