Kaleidoskop Toraja 2024
Kaleidoskop Toraja 2024, Bagian II: Tragedi Longsor Pango-Pango
Berikut rangkuman peristiwa menarik yang terjadi di Indonesia, serta di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara sepanjang 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/petugas-evakuasi-korban-longsor-pango-pango-tana-toraja-1442024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Tahun 2024 menjadi saksi bagi berbagai peristiwa yang mencatatkan sejarah penting di Tana Toraja dan Toraja Utara.
Dari kegiatan budaya, tragedi, hingga perubahan signifikan, kedua kabupaten ini terus bertransformasi dengan semangat untuk menjaga tradisi sambil menyongsong modernitas.
Berikut rangkuman peristiwa menarik yang terjadi di Indonesia, serta di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara sepanjang 2024.
Bagian II, April - Juni: Petaka Longsor Pango-pango
Longsor terjadi di sekitar objek wisata Pango-pango, tepatnya di wilayah Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Sabtu (13/4/24) malam.
Dari laporan yang diterima Tribun Toraja, diketahui longsor tersebut terjadi pada pukul 23.00 Wita.
Belasan hingga puluhan warga yang bermukim di sekitar Pango-pango, dilaporkan tertimbun longsor.
Tribun Toraja belum mendapat laporan resmi dari pihak berwenang terkait musibah ini.
Namun dari foto yang beredar, sejumlah orang tampak sedang dievakuasi dari timbunan longsor.
4 Korban Ditemukan, Diduga Belasan Orang Masih Tertimbun
Dampak longsor Pango-pango juga merambah ke wilayah Lembang Randan Batu (Bera) dan Kelurahan Tosapan (Santung), Kecamatan Makale Selatan.
Salah satu korban tewas dilaporkan berasal dari wilayah Palangka, sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka serius.
Pantauan Tribun Toraja, total empat korban telah ditemukan.
Dua di antaranya mengalami luka ringan, satu mengalami patah tulang dan segera dilarikan ke RS Sinar Kasih untuk perawatan medis lebih lanjut, sementara satu korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Selain itu, tiga rumah warga juga dilaporkan tertimbun material longsor.
Tim penyelamat terus berupaya membersihkan reruntuhan dan mencari tahu apakah masih ada korban yang tertimbun di bawah material longsor.
Salah satu warga yang ikut melakukan pencarian, Marianus, mengatakan saat ini dugaan masih mengarah kepada kemungkinan adanya belasan korban lain yang tertimbun dan belum ditemukan.
"Iya jadi kemungkinan masih belasan korban yang tertimbun, apalagi kejadian malam hari dan ada tiga rumah yang terkubur material longsor," ujar Martinus saat dihubungi Tribun Toraja, Minggu (14/4/2024) pagi.
Baca juga: Jauh dari Lokasi Longsor, Objek Wisata Pango-pango Tana Toraja Tetap Buka
Total 17 Korban Tertimbun, 15 Tewas
Informasi yang dihimpun Tribun Toraja, dari total 17 korban yang tertimbun material longsor, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia pada Minggu siang (14/4/2024).
Kapolres Tana Toraja, AKBP Malpa Malacoppo, menyatakan bahwa petugas terus memantau sekitar lokasi kejadian.
"Dari total 17 orang, 15 di antaranya meninggal dunia, sementara masih dipantau jika ada di lokasi," ujarnya saat dihubungi Tribun Toraja, Minggu siang.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman bencana, terutama pada musim penghujan.
"Semoga warga tetap memantau, terutama saat hujan deras yang biasanya terjadi pada sore hingga malam hari," tambahnya.
Sebelumnya dilaporkan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wita pada Sabtu malam (13/4/2024).
Dampaknya juga dirasakan di wilayah Lembang Randan Batu (Bera) dan Kelurahan Tosapan (Santung), Kecamatan Makale Selatan.
Petugas masih melakukan pencarian di beberapa lokasi lainnya untuk menemukan korban yang tertimbun akibat longsor tersebut.
Baca juga: Daftar Nama Korban Longsor Pango-pango Tana Toraja
Daftar Nama Korban Longsor Pango-pango Tana Toraja
Data resmi dari Polres Tana Toraja mengungkapkan bahwa total 19 orang menjadi korban dari bencana ini.
"Berikut nama-nama korban longsor di Palakka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Tana Toraja," tulis Kasubbagbin OPS Bag Ops Polres Tana Toraja, AKP Guna Munda dalam keterangan resmi yang diperoleh Tribun Toraja.
Rinciannya, 15 orang dinyatakan meninggal dunia, 2 masih dalam pencarian, dan 2 berhasil selamat dari malapetaka tersebut.
AKP Guna Munda menegaskan bahwa proses pencarian masih berlangsung untuk dua korban yang hilang.
Berikut adalah nama-nama korban yang telah tercatat:
1. Berta Binek (P) 33 Tahun - Meninggal Dunia
2. Putri (P) 5 Tahun - Meninggal Dunia
3. Reno (L) 2 Tahun - Meninggal Dunia
4. Wiris (L) 12 Tahun - Meninggal Dunia
5. Marsel/Bongga (L) 16 Tahun - Meninggal Dunia
6. Agustinus (L) 20 Tahun - Meninggal Dunia
7. Ala' (L) 60 Tahun - Meninggal Dunia
8. Baru (P) 40 Tahun - Meninggal Dunia
9. Endik (L) 15 Tahun - Meninggal Dunia
10. Mondi (L) 8 Tahun - Meninggal Dunia
11. Kottong (L) 35 Tahun - Meninggal Dunia
12. Acok (L) 37 Tahun - Meninggal Dunia
13. Masek (L) 38 Tahun - Meninggal Dunia
14. Jimmi (L) 27 Tahun - Meninggal Dunia
15. Dala (L) 30 Tahun - Meninggal Dunia
16. Sopia (P) 23 Tahun - Hilang
17. Gea (P) 3 Tahun - Hilang
18. Rape (P) 35 Tahun - Selamat
19. Tania (P) 8 Tahun - Selamat
Sementara upaya pencarian korban yang masih hilang terus dilakukan.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Malpa Malacoppo, menyatakan bahwa petugas terus memantau sekitar lokasi kejadian.
"Dari total 17 orang, 15 di antaranya meninggal dunia, sementara masih dipantau jika ada di lokasi," ujarnya saat dihubungi Tribun Toraja, Minggu siang.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman bencana, terutama pada musim penghujan.
"Semoga warga tetap memantau, terutama saat hujan deras yang biasanya terjadi pada sore hingga malam hari," tambahnya.
(*/Freedy/Rifki)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.