Rabu, 22 April 2026

Hari Balet Sedunia, Komunitas Gellu Toraya Gelar Festival Pa'Gellu

para peserta juga ada yang membawakan puisi dan tarian berkelompok juga dipentaskan

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Hari Balet Sedunia, Komunitas Gellu Toraya Gelar Festival Pa'Gellu
freedy/tribun toraja
Dalam rangka Hari Balet Sedunia, Komunitas penari Toraja yang tergabung dalam Komunitas Gellu Toraya gelar Festival Pa'Gellu Toraya 2. Berlangsung di Tongkonan Basean Rorre, Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulsel, Sabtu (7/12/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Dalam rangka Hari Balet Sedunia, Komunitas penari Toraja yang tergabung dalam Komunitas Gellu Toraya gelar Festival Pa'Gellu Toraya 2.

Berlangsung di Tongkonan Basean Rorre, Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulsel, Sabtu (7/12/2024).

Pentas ini digelar mulai dari sore hingga malam.

Anggota Gellu Toraya ini terdiri dari anak usia belia, mulai dari usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TK, usia sekolah sekolah dari SD hingga SMP sederajat.

Mereka masing - masing menampilkan tariannya, mulai dari tari - tari  Nusantara hingga tarian Balet dan tarian variasi lainnya.

Tidak hanya itu, para peserta juga ada yang membawakan puisi dan tarian berkelompok juga dipentaskan oleh para peserta cilik ini.

Para anggota Komunitas Gellu Toraya ini, tak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Tana Toraja namun juga ada yang berasal dari Kabupaten Toraja Utara.

Nampak mereka sangat antusias dalam melakukan penampilan mereka.

Para peserta selain memakai kostum khas tarian Balet, juga memakai kostum daerah mulai dari daerah khas Aceh, Makassar hingga Toraja.

Demi menambah semarak kegiatan tersebut, juga diadakan beberapa kuis pertannyaan untuk para peserta untuk mengasah kemampuan teori para anggota komunitas.

Para orang tua maupun wali dari anggota komunitas, sudah berada dilokasi mengantarkan anaknya sejak sore hari.

Founder (pendiri) dari Komunitas Gellu Toraja, Hesti Yusniati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan tidak hanya melatih anak berbakat menari tetapi membentuk karakter anak.

"Jadi walaupun Hari Balet itu sudah lewat pada tanggal 2 November, kami dari Komunitas Gellu Toraya baru menggelar kegiatan tersebut dan ditambah dengan lomba - lomba lainnya, intinya komunitas itu tidak hanya mengajar teori dan praktek menari namun yang paling penting membentuk karakter mental dari anggota," ucapnya.

Nona (sapaan akrab Hesti Yusniati) menambahkan bahwa dalam membentuk karakter anggota yang terdiri dari anak - anak ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang lebih.

"Berangkat dari keresahan saat bersama - sama membangun komunitas ini, namun pentingnya generasi penerus mempertahankan kekayaan budaya Toraja itulah semangat utama bagi kami para pendidik untuk melatih bakat - bakat muda generasi Toraja mulai dari usia dini," tuturnya.

Diketahui bahwa Komunitas Gellu Toraya ini dimulai dari keresahan saat masa Covid - 19.

Awalnya para seniman khususnya seniman Toraja ingin menyatukan visi misi dalam membentuk komunitas yang bergerak lebih mendalam demi pengembangan Budaya Toraja.

Hingga di tahun 2022, Komunitas Gellu Toraya ini berdiri secara resmi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved